Lupakan Iringan Mobil Pengantin, Pasangan Ini Pergi ke Pemberkatan Menggunakan Perahu

Cuaca buruk tepat di hari pernikahan mungkin akan menjadi hal yang paling dihindari pada hari pernikahan. Tapi tidak dengan Jobel Delos Angeles

Lupakan Iringan Mobil Pengantin, Pasangan Ini Pergi ke Pemberkatan Menggunakan Perahu
Facebook
Delos Angeles terlihat tersenyum. Ia memegang gaun pengantin putihnya dan berjalan di genangan air berwarna kecoklatan, sambil membawa buket bunga di tangannya yang lain. 

TRIBUN-MEDAN.com - Hari pernikahan tentunya menjadi saat yang begitu dinanti-nantikan oleh sepasang kekasih. Apalagi jika hari itu sudah jauh-jauh hari direncanakan.

Baik calon pengantin maupun pihak keluarga tentunya ingin segala sesuatu berjalan dengan baik. Tapi jika diperhadapkan dengan kondisi cuaca? Siapa yang bisa menduga.

Cuaca buruk tepat di hari pernikahan mungkin akan menjadi hal yang paling dihindari pada hari pernikahan. Tapi tidak dengan Jobel Delos Angeles. Ditengah hujan lebat dan badai tropis yang terus menghantam Filipina, Ia harus menggelar pernikahannya.

Tapi perempuan usia 24 tahun dan sang mempelai prianya tidak membuat kondisi itu merusak rencana pernikahan mereka. Dengan anggun, ia menelusuri lorong gereja yang sudah tergenang banjir, untuk menghampiri mempelai prianya.

Dalam video yang diunggah ke Facebook, Delos Angeles dapat terlihat tersenyum. Ia memegang gaun pengantin putihnya dan berjalan di genangan air berwarna kecoklatan, sambil membawa buket bunga di tangannya yang lain.

Sementara itu, sang pengantin pria mengenakan setelan jas dan sandal. Ia juga tampak tidak peduli. Dia menggenggam tangan pengantinnya dan membawanya ke altar.

Meskipun cuaca buruk ini terjadi di luar rencana mereka, pasangan yang telah berpacaran selama tujuh tahun tidak pernah memikirkan untuk mengundurkan upacara pernikahan mereka. Mereka justru menganggap kondisi ini sebagai bentuk perayaan ganda.

"Bahkan banjir atau hujan, tidak ada yang bisa menghentikan saya. Anda hanya menikah sekali, akankah Anda menundanya? Saya menikahi pria yang saya cintai," kata Delos Angeles kepada AFP usai upacara pernikahan.

"Gaun saya basah dan berat tapi aku mensugesti diriku sendiri seolah-olah aku berjalan di atas karpet merah,” sambungnya.

Gereja yang tergenang banjir ini merupakan tantangan terakhir bagi mereka. Sebelumnya, banjir yang menggenangi Kota Hagonoy membuat mereka untuk datang ke gereja dengan perahu. Itu dikarenakan tidak ada mobil yang mau membawa mereka.

Halaman
12
Penulis: Sally Siahaan
Editor: Joseph W Ginting
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved