12 Jam Listrik Padam di Binjai Timur, Warga: Kami Terpaksa Mandi di Sungai
Sejak pukul 09.00 WIB listrik padam, dan baru hidup sekitar pukul 21.00 malam, Rabu.
Penulis: Dedy Kurniawan |
Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan
TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Sebagian warga domisili kawasan Binjai Timur meradang karena ketiadaan cahaya PLN selama 12 jam.
Sejak pukul 09.00 WIB listrik padam, dan baru hidup sekitar pukul 21.00 malam, Rabu (15/8/2018)
Warga, Faris mengatakan pemadaman listrik sangat mengganggu aktivitas rumah tangga, mulai dari pencahayaan ruangan, kebersihan, memasak dan mencuci.
Faris bahkan terpaksa harus mandi memanfaatkan air sungai dekat rumah mertuanya, karena sudah seharian tidak ada air di rumahnya.
"Kenapa lagi PLN ini mengulah, bisa sampai 12 jam mati listrik ini, belum tahu apa alasan mereka memadamkan sampai selama ini. Kami sampai gak bisa mandi, terpaksa mengungsi ke rumah mertua, mandi di sungai, kalau gak bisa bau bangkai lah badan ini," ujarnya.
Kata Faris sejumlah kawasan yang mengalami pemadaman di antaranya di Jln. Stasiun, Dusun 1, Desa Tanjung Gusta, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Paya Geli, Sunggal hingga Kelambir 5.
"Saya ada dengar dari masyarakat di daerah kami lagi ada 8 mobil PLN yang sedang perbaiki, berarti parah lah itu rusaknya," katanya.
Kepala PLN Binjai Dicky Hiwardi ketika hendak dikonfirmasi via seluler belum bisa dihubungi. Beberapa coba menyambungkan ke nomor kontak teleponnya tidak memberi respon.
Di hari yang sama PLN menggelar acara seremoni. General Manager Penyaluran Pusat dan Pengaturan Beban (P3B) Sumatera, Nur Wahyu Dhinianto menutup pendidikan kilat (Diklat) sekaligus meluncurkan alat baru bernama PDKB GI TT/TET Advance di Gardu Induk Unit Pelayanan Transmisi Binjai, Jalan MT Haryono, Kelurahan Jatikarya, Binjai Utara.
Menurut GM, kehadiran alat baru ini menunjukkan wujud bahwa PT Perusahaan Listrik Negara selalu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kelebihan alat baru ini, kata GM P3B, ketika pemeliharaan tengah berlangsung tidak akan terjadi pemadaman.
"Kalau duhulu kita melakukan pemeliharaan, pasti dalam shut down atau mati. Sekarang masyarakat tidak akan tahu kita melakukan pemeliharaan atau tidak. Saat ini kita melakukan pemeliharaan dengan tanpa padam ke konsumen. Ini adalah salah satu alat kita, alat advance, alat lebih dari yang sebelumnya. Jadi sebelumnya perbaikan hotspot. Kalau ini kita bisa melakukan perbaikan peralatan," ujarnya.
Masih GM PLN, menyampaikan alat PDKB GI TT/TET Advance sebanyak 5 unit, di Medan, Palembang, Pekanbaru. 3 (alat advance berkekuatan 275 KV) dan yang 2 (alat advance) untuk tegangan level 150. Namun alat tersebut belum dapat dioperasikan sepenuhnya lantaran hanya ada 1 tim yang mampu mengoperasikannya.
Sementara, Kepala Divisi Operasi Regional Sumatera, Supriyadi yang mewakili Direksi Regional Sumatera, Wiluto Kusdwiharto menyatakan, tugas perusahaan plat BUMN ini semakin kompleks ke depannya. Gardu induk, ditargetkan beroperasi setiap waktu agar suplai listrik ke pelanggan tersalurkan dengan baik.
"Listrik padam menjadi hal yang terlarang bagi PLN. Sebagai satu-satunya perusahaan, kepuasaan pelanggan diutamakan. Hujatan akan datang. Penyebab pemadaman harus dihindari. Pemadaman terjadi saat pemeliharaan dan pergantian material transmisi," pungkasnya.
(Dyk/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/listrik-padam_20170101_072529.jpg)