Bijak Manfaatkan Limbah Karung Goni Bekas Disulap Jadi Miniatur Berbagai Karakter

Karung berbahan goni saat ini cukup mudah didapatkan di pasar dengan jumlah melimpah

Tayang:
TRIBUN MEDAN/NATALIN
Pemilik Miniatur Goni, Rudy memegang miniatur hasil karyanya, Medan, Selasa (14/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Natalin

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Karung berbahan goni saat ini cukup mudah didapatkan di pasar dengan jumlah melimpah.

Biasanya karung-karung itu dipakai untuk wadah hasil bumi seperti kacang, cabai, kopi dan lain-lain.

Menariknya, limbah karung goni teryata masih bisa dimanfaatkan sebagai pajangan dan souvenir yang bernilai ekonomis dan berkelas seni.

Pemilik Miniatur Goni, Rudy, seorang perajin yang mengambil peran pada pemanfaatan karung goni bekas menjadi suatu produk baru.

Dari bahan karung goni bekas ini, ia menghasilkan beragam miniatur apik dengan berbagai karakter dan profesi.

"Saya memanfaatkan bahan karung goni bekas untuk membuat miniatur ini. Ada berbagai karakter yang saya kerjakan, diantaranya petani, nelayan, guru, orang naik vespa, orang lagi menyapu, warung kopi dan konser group band," ujar Rudy yang tinggal di Jalan Danau Singkarak Gg Madrasah, Medan, Selasa (14/8/2018).

Ia mulai menekuni bisnis miniatur goni ini sejak tahun 2014, dengan modal hanya Rp 100 ribu saja. Dan ia gunakan untuk membeli goni, gunting, tang, kawat dan lem.

"Proses pembuatannya gampang, kita tarik dulu tali dari goni satu persatu, kita potong kawat dengan ukuran 20 cm, selanjutnya kita rakit kerangkanya tadi. Saya gunakan kain perca untuk baju miniatur goni ini," jelas Laki-Laki, kelahiran Medan, 28 Oktober 1987 ini.

Dalam sebulan Rudy mampu membuat 90 miniatur dengan berbagai karakter. Satu karakter Miniatur goni ini dibanderol mulai harga Rp 50 ribu hingga Rp 250 ribu.

Dalam hal pemasaran, ia kelola melalui media sosial dan pameran. Instagram, Rudii Coro dan Facebook, Rudi Coro.

"Salah satu konsumen saya, mau membawa pasangan nikah miniatur ini ke Surabaya untuk hadiah pernikahan. Selain itu, miniatur ini juga bisa dijadikan souvenir, pajangan dan hadiah ulang tahun. Alhamdulliah dalam pameran lalu yang berlangsung selama seminggu, omzet penjualan miniatur goni ini mencapai dua juta," katanya.

Ia berharap usaha ini dapat terus berkembang, bermanfaat bagi orang lain dan mengispirasi banyak orang.

"Yang penting ada kemauan dan kerja keras, manfaatkanlah waktu, dan teruslah berkarya," tutupnya.

(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved