Menggugah Persatuan Jelang Pilpres 2019, PMII Gelar Ikrar Anak Bangsa, Lawan Pengganggu Pancasila

menjelang Pilpres 2019 menghargai perbedaan pandangan politik dan mengajak semua menghormati pilihan orang lain.

TRIBUN MEDAN/HO
Sejumlah organisasi mahasiswa, ormas dan OKP mendeklarasikan diri. Dalam Ikrar Anak Bangsa mereka menyatakan akan melawan siapa saja yang ingin mengganggu Pancasila sebagai ideologi bangsa. 

Ketua JPKPI Ali Ammar Siregar menyampaikan harapan agar pelajaran pendidikan moral pancasila ( PMP ) dikembalikan menjadi mata pelajaran didalam kurikulum pendidikan nasional demi mendorong pendidikan Pancasila Sejak dini.

Ketua GMKI Labuhanbatu May Galingging memberikan penegasan kewajiban menjunjung tinggi 4 pilar kebangsaan dan kita sebagai generasi milenial memiliki tugas menanamkan nilai-nilai luhur pancasila kepada generasi milinial jangan sampai nilai-nilai pancasila tidak dimiliki oleh genersasi milenial.

Ditambahkannya, Bahwa Pilpres hanya rutinitas 5 Tahunan demokrasi yang terpenting adalah persatuan dan kesatuan bangsa. Tegasnya.

Sementara itu Ketua PMII Labuhanbatu Adam Jordan Simanjutntak menerangkan dalam pandangannya bahwa ideologi pancasila adalah ideologi yang cocok dengan kultur, corak berkehidupan bangsa Indonesia yang majemuk, plural sehingga kita mampu menikmati nikmat kemerdekaan hingga saat ini.

"Saya menyakini jika kita mencoba-coba menggantikan ideologi bangsa dengan ideologi lain akan terjadi kekacauan dan perpecahan," kata Adam

"Ini wujud sederhana dalam perwujudan cinta tanah air, cinta terhadap indonesia haruslah juga cinta kepada pancsila. jika ada yang mengaku cinta indonesia namun anti pancasila maka itu adalah cinta yang salah," sambungnya.

Menutup kegiatan Ikrar Anak Bangsa para organisasi menyepakati hasil rumusan yang di sepakati bersama yang dibacakan Azlansyah Hasibuan Ketua PKC PMII Sumatera Utara terpilih.

Isi Ikrar Anak Bangsa, diantaranya Setia lahir bathin pada Pancasila, NKRI harga mati, Persatuan dalam keberagaman, perbedaan pendapat dan pandangan politik menjelang Pilpres 2019 adalah bagian dari kekayaan demokrasi, tidak ada kebencian, fitnah, sara dan adu domba.

Selanjutnya, Berangkul tangan dengan seluruh elemen bangsa menjaga dan merawat Indonesia Raya dan Siapa saja yang ingin mengganti Ideologi Pancasila dengan Ideologi yang lain maka berhadapan dengan kami. (*)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved