Operasi Tangkap Tangan

Kadis Pendidikan Senang Koordinator UPTD Ditangkap, Sebut Kepala Sekolah Korban Pemerasan 

Kadis Pendidikan Kabupaten Langkat, Syaiful Abdi mengatakan bahwa para kepsek korban pungutan liar atau pemerasan

Kadis Pendidikan Senang Koordinator UPTD Ditangkap, Sebut Kepala Sekolah Korban Pemerasan 
Tribun Medan / Dedy Kurniawan
Pegawai yang diamankan Polres Langat pada OTT yang dilakukan di beberapa sekolah. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, LANGKAT - 13 orang diamankan Unit Tipikor Polres Langkat dalam Operasi Tangkap Tangan Rabu (15/8/2018) di Kantor Unit Pelayanan Teknis Daerah Dinas Pendidikan Langkat di Dusun Haleban, Kecamatan Kutambaru. Dari 13 orang, empat orang adalah kepala Sekolah dasar.

Ke empatnya yakni, Pasti Malem PNS (Kepala SD 055976 Cangkulan), Bena Malem PNS (Kepala SD 054891 RIH Sogong), Banci Malem PNS (Kepala SD 050641 Namotongan), Ayem PNS (Kepala sekolah SD 057738 Buluh kumpal).

Kasus ini menambah catatan buruk Dinas Pendidikan dan Pemerintah Kabupaten Langkat. Pasalnya, pada 17 Oktober 2017 Kadis Pendidikan Kabupaten Langkat, Salam Syahputra bersama 10 kena OTT dan jadi tersangka dalam kasus pungli dana BOS yang dilakukan Subdit III/Tipikor Ditreakrimsus Polda Sumut.

Kadis Pendidikan Kabupaten Langkat, Syaiful Abdi mengatakan bahwa para kepsek hanya sebagai korban tindak pidana pungutan liar atau pemerasan.

Kadis membela para kepsek dengan alasan, bahwa selama ini bawahannya ini kerap diancam oleh Koordinator UPTD Kecamatan Kutambaru, Martin yang saat ini masih ditetapkan sebagai pelaku utama dalam OTT.

"Bagus juga kena dia itu, biar jadi pelajaran ke depannya. Kalau Kepsek itu kan tidak kena hukumnya mereka hanya korban pemerasan selama ini. Mereka dipaksa, diperas itu diancam-ancam akan dipindahkan. Mereka (para kepsek) mau beri uang itu karena mungkin dulu tahunya karena atasan mereka, sekarang tidak lagi," katanya saat berada di kompleks DPRD Langkat, Kamis (16/8/2018).

Viral Dugaan Ajaran Sesat Kelompok Ubur-ubur, Doa Aneh Mau Bobol Bank hingga MUI Bereaksi

Kejutan Ahok 16 Agustus 2018 Ditunggu-tunggu, hingga Tim BTP Bocorkan lewat Medsos

Dikabarkan Overdosis, Al Ghazali Dikawal BNN hingga Maia Estiyanti Kesal Ancam Wartawan

Saat ini Polres Langkat hanya menetapkan status pelaku utama (belum tersangka) kepada Pegawai Negeri Sipil berstatus Koordinator UPTD Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kecamatan Kutambaru, Martin (41). Martin berdomisili di Pasar IV Namu Terasi Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat.

Gol Cantik Lionel Messi Warnai Kemenangan Barca atas Boca Junior pada Trofeo Joan Gamper

Suka Keramahan Penduduknya dan Takjub Lihat Danau Toba, Pelajar Papua Barat Pilih Kuliah di Medan

Selain empat Kepala Sekolah, ada sembilan orang lainnya diamankan dalam OTT, di antaranya Seorang kordinator UPTD Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kecamatan Kutambaru, seorang penjaga kantor UPTD, seorang honorer UPTD, dan enam orang operator dari berbagai sekolah dasar.

Baca: Kabar Baik, 12 Ribu Warga Binaan di Sumut Dapat Remisi Kemerdekaan Republik Indonesia

Baca: Wali Kota Sibolga Pastikan Hadiri Pengibaran Bendera dari Bawah Laut

Kasubag Humas Polres, AKP Arnold mengatakan, sejauh ini belum satu orang pun yang ditetapkan sebagai tersangka. Meski, jelas-jelas OTT telah dilakukan pengumpulan data informasi dan inspeksi mendadak. Polres berdalih masih memeriksa belasan orang yang diamankan.

Baca: Band Asal Medan Ini Dipilih Iringi Maria dan Regina Idol , Mimpi Kolaborasi Bareng Iwan Fals

Baca: Warga Heboh Lihat Mayat Sujud di Trotoar, Ditemukan Benda Ini di Sekitar Tubuhnya

Halaman
12
Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved