Perwakilan Guru Puji Kakan Kemenag Sudah Bijak, Kepsek MAPN4 Kukuh Pemecatan Sesuai Prosedur

Menurutnya Kakan Kemenag kota Medan sudah bertindak berhati-hati dan mempelajari semua terkait persoalan yang sedang terjadi.

Perwakilan Guru Puji Kakan Kemenag Sudah Bijak, Kepsek MAPN4 Kukuh Pemecatan Sesuai Prosedur
Sejumlah siswa Madrasah Aliyah Persiapan Negeri 4 (MAPN 4) Medan saat menggelar aksi demo, Selasa (7/8/2018) 

"Ini berlaga argumen pihak badan penyelanggara dengan kepsek. Belum ada keputusan siapa yang kuat, intinya kepala kantor kemenag atasan dia, selaku ketua badan penyelenggara MAPN4," tandasnya.

Untuk diketahui, Sebelumnya, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Medan diberitakan telah mengirimkan surat yang membatalkan SK pemecatan 8 tenaga pendidik Madrasah Aliyah Persiapan Negeri 4 Medan.

Surat tersebut dengan demikian mencabut SK yang dikeluarkan oleh Kepala Sekolah MAPN 4 Nurkholidah Lubis pada tanggal 10 Agustus 2018.

Namun, Nurkholidah justru tetap bersikukuh tindakannya memecat para guru tersebut sudah benar dan sesuai dengan AD/ART tahun 2017.

Nurkholidah pun menilai tidak ada pembelaan terhadap dirinya dari Kemenag Kota Medan selaku pejabat Kepala Sekolah di MAPN 4.

"Berarti tidak ada pembelaan terhadap pejabat yang bersangkutan oleh Kakan Kemenag. Berarti dia lebih membela anggota dari pada pejabatnya sendiri," sebutnya.

Sementara, Kepala Madrasah Aliyah Persiapan Negeri 4 (MAPN 4) Medan Nurkholidah Lubis tidak menyangkal kalau SK pemecatan terhadap 8 orang tenaga pendidik yang dikeluarkannya pada 10 Agustus 2018 lalu telah dibatalkan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Medan.

Nurkholidah pun menilai bahwa tindakan Kakan Kemenag Kota Medan mengembalikan guru-guru yang sudah dipecatnya itu, justru melanggar aturan.

Sebab, menurut Nurkholidah yang dipergunakan sebagai dasar melakukan pemecatan seharusnya mengacu pada AD/ART tahun 2017 dimana kepala sekolah yang berwenang mengangkat dan memberhentikan, dan bukan mengacu AD/ART tahun 2012.

"Berarti Kakan Kemenagnya melanggar aturan dong kalau (guru-guru) kembali lagi, karena menurut AD/ART 2017 itu kepala sekolah yang berwenang. Bapak Kakan Kemenag itu mengacu pada AD/ART 2012. Setiap tiga tahun itukan berganti. Nah pergantian itu tidak dibaca Kakan Kemenag. Yang dibacanya hanya 2012 yang diantarkan oleh guru-guru yang dipecat," terangnya.

Halaman
123
Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved