Liputan Eksklusif

Kado Pahit HUT Ke-73 RI, Warga Ronggur Ni Huta Bersabar Menunggu Air Kubangan

Terlihat, kondisi air juga tidak lagi jernih. Hal itu disebabkan warga yang berganti-ganti menimba air dari kubangan.

Kado Pahit HUT Ke-73 RI, Warga Ronggur Ni Huta Bersabar Menunggu Air Kubangan
Tribun Medan/Arjuna Bakkara
Warga Kecamatan Ronggur ni Huta kesulitan mendapatkan air bersih. 

Dampak kemarau berkepanjangan itu juga mengakibatkan tanaman warga kekeringan dan ternak kerbau milik Syamsul juga kesulitan makan. Rumput pun sudah mengering.

Mengatasi hal itu, pria kelas 2 SMA N I Ronggur ni Huta ini mencincang gedebok pisang untuk kerbau kesayangannya. Batang pisang diyakininya dapat mengobati dahaga kerbau.

Seperti terlihat di halaman rumahya, sore itu, usai menjemput kerbau di perladangan dia telah menyediakan gedebok pisang. Lima ekor jerbau miliknya tampak melahap batang pisang karena kehausan.

Warga berganti-ganti menuju mata air. Mereka membawa jerigen, ember. Mandi secukupnya, dengan menimba air dari kubangan. Boru Pandiangan, gadis remaja di desa itu mau tak mau setiap hari mendatangi mata air.

Terlihat menjunjung ember bulat berisi air. Sementara ember berisi pakaian dia pikul di tangannya.

Siswi kelas dua SMP ini harus berjalan menapaki bukit dari rumahnya ke mata air. Dari mata air ke rumahnya, harus menempuh jarak kurang lebih 1 kilo meter.

Oppung Handoyo Pandiangan, warga lainnya megatakan dalam setahun mereka bisa berbulan-bulan dilanda kekeringan. Sepanjang tahun 2018, sejak Mei hingga Agustus daerah mereka tidak dibasahi hujan.

"Kami sudah lama menunggu hujan, sudah lama kemarau di sini," sebutnya.

Pria yang lahir sebelum Indonesia merdeka ini menganjurkan, sebaiknya Pemerintah Kabupaten Samosir bisa memecahkan masalah yang sudah terjadi turun-temurun itu. Semisal, untuk kebutuhan mencuci, mandi dan lainnya sepantasnya Pemkab memungsikan air Danau Toba.

Air danau sebaiknya ditarik memakai pompa secara bertahap. Dari danau, kemudian disalurkan secara estafet menuju dataran tinggi Samosir. Menurutnya, Pemkab belum bisa memecahkan masalah itu sejak puluhan tahun lalu.

Halaman
123
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved