Liputan Eksklusif

Terkadang Rambut dan Alis Terbakar Akibat Belajar Masih Pakai Lampu Teplok, Kado Pahit HUT Ke-73 RI

"Terkadang rambut, alis, kena api (lampu teplok, Red). Kalau terasa bau berarti rambut kena sambar api," kata Haga.

Terkadang Rambut dan Alis Terbakar Akibat Belajar Masih Pakai Lampu Teplok, Kado Pahit HUT Ke-73 RI
Tribun Medan/M Daniel Siregar
Seorang anak warga Desa II Simalem, Ujung Deleng, Sibolangit, Deliserdang, belajar menggunakan lampu teplok, Rabu (15/8/2018). Warga desa hanya mendapat pasokan listrik dari genset selama enam jam dan berharap aliran listrik PLN dapat segera masuk ke desa mereka. 

"Angka tersebut merupakan jumlah 3.315.020 pelanggan rumah tangga PLN yang sudah berlistrik terhadap jumlah kepala keluarga di Sumut yaitu 3.351.096 keluarga. Saya sedang dinas di luar kota dan tidak pegang data.

Nanti kita cari waktu khusus untuk release," kata Feby kepada Tribun Medan saat dikonfirmasi, Rabu (15/8).

Dikatakannya, pihaknya menargetkan untuk Program Listrik Masuk Desa (Lisdes) tahun 2019 mendatang, sebanyak 219 desa. Jumlah itu lebih tinggi dari tahun 2018 dengan jumlah 139 desa.

Lebih lanjut, dari 6.110 desa yang ada Sumut, hanya 311 desa yang belum teraliri listrik dari PLN.

Ia mengatakan sampai saat ini, PLN Wilayah Sumut baru mengaliri listrik ke 5.908 desa.

"Masih ada beberapa desa yang harus kami listriki. Harapannya tahun depanlah kami bisa melistriki 99,88 persen. Kita tidak ingin mengatakan 100 persen karena desa bisa saja terus bertambah karena pemekaran satu daerah," kata Feby. (tio/ase)

Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved