Viral Medsos

Kapolda NTT Akan Rehab Rumah Orangtua Joni si Pemanjat Tiang Bendera, Begini Penampakannya!

Kapolda NTT Irjen Pol Raja Erizman yang mendengar kabar tersebut, berjanji membedah rumah tinggal sederhana Yohanes Gala

Kapolda NTT Akan Rehab Rumah Orangtua Joni si Pemanjat Tiang Bendera, Begini Penampakannya!
IST
Rumah orangtua Johanes Andekalla 

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk, tabel dan dalam ruangan

Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang tersenyum, orang duduk

Gambar mungkin berisi: 6 orang, orang tersenyum, orang berdiri dan orang duduk

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih dan luar ruangan

Foto-foto: Tribun-medan.com/Handout-Andreas Marbun

Beasiswa dari PLN

PT PLN (Persero) pun ikut mengapresiasi aksi heroik yang dilakukan oleh  pelajar SMP di Atambua, NTT tersebut.

Apresiasi tersebut melalui program PLN Peduli diberikan dalam bantuan beasiswa hingga jenjang pendidikan tinggi Strata 1 (S1).

Yohanis dan keluarganya saat menerima kunjungan dari perwakilan PLN, Jumat (17/8/2018).

Yohanis (Joni) dan keluarganya saat menerima kunjungan dari perwakilan PLN, Jumat (17/8/2018). (DOK PT PLN)

Direktur Human Capital Management PLN Muhamad Ali mengatakan, tindakan Yohanis tersebut merupakan bentuk rasa nasionalisme dan cinta NKRI.

"Aksi Yohanes sangat nasionalis sekali. Kami salut dengan anak ini. Mulai saat ini Yohanes menjadi 'Putra PLN' dan akan mendapatkan beasiswa sampai dengan tingkat S1," kata Ali dalam keterangan resminya, Jumat (17/8/2018).

Sebagaimana diketahui, Johannes Adekalla (Yohanis Gama Marschal Lau) tinggal di Dusun Halimuti, Desa Silawan, Kecamatan Tastim, Kabupaten Belu, NTT.

Jarak rumahnya dari kota Atambua sekitar 21 kilometer, dan 2 kilometer dari PLBN Terpadu Motaain yang berbatasan langsung dengan Timor Leste.

Tindakan Yohanis menjadi inspirasi bagi masyarakat Indonesia karena menunjukkan betapa putra bangsa yang tinggal di daerah perbatasan sangat mencintai negaranya.

"Yohanis memiliki inisiatif yang tinggi, berani mengambil keputusan dalam waktu singkat, berani mengambil resiko, membanggakan dan bisa menjadi tauladan bagi generasi muda Indonesia," kata Ali.

Ia sempat dilarang dan disuruh untuk turun karena dikhawatirkan terjadi hal tidak diinginkan. Namun instruksi tersebut tak diindahkannya, siswa SMP ini terus naik sampai ke atas tiang.

Diposting akun Twitter @Kemlu_RI, nama siswa SMP yang panjat tiang bendera ini adalah Johannes Adekalla (Yohanis Gama Marschal Lau)

Siswa SMP yang panjat tiang ini merupakan siswa kelas VII SMP Negeri 1 Silawan Atambua.

"Mereka jd saksi keberanian adik Johannes Adekalla (Joni), siswa kelas VII SMPN 1 Silawan Atambua yg memanjat tiang bendera saat tali pengait bermasalah.

Bagi adik Joni (dan kita semua), apapun yg terjadi bendera Merah Putih harus tetap berkibar!" tulisnya dalam postingan.

Twitter @Kemlu_RI
Twitter @Kemlu_RI 
Twitter @Kemlu_RI
Twitter @Kemlu_RI 

Berkat keberaniannya memanjat tiang, bendera merah putih berhasil dikibarkan pada hari Kemerdekaan Indonesia ke 73.

Beasiswa dari Panglima TNI dan setelah tamat prioritas masuk TNI

Lewat siaran pers melalui Puspen TNI, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyampaikan apresiasi kepada Johannes Adekalla siswa Kelas VII Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Silawan, Atambua.

Hadi salut atas keberanian Johannes memanjat tiang bendera yang talinya putus saat upacara kemerdekaan HUT RI ke-73 tahun 2018, di Pantai Motaain Desa Silawan, Kec. Tasifeto Timur, Kab. Belu, Nusa Tenggara Timur, Jumat (17/8/2018) kemarin.

“Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memberikan apresiasi berupa Bea Siswa atas keberanian dan aksi heroik Johannes Adekalla," kata Kapuspen TNI Mayjen M Sabrar Fadhilah di Jakarta, Sabtu (18/8/2018).

"Keberanian Johannes, membuat bendera Merah Putih dapat dikibarkan dalam upacara tersebut,” sambungnya.

Masih kata M Sabrar, aksi yang dilakukan secara spontan oleh Johannes Adekalla pada saat pelaksanaan upacara kemerdekaan HUT RI ke-73 tahun 2018, dengan Inspektur Upacara Wakil Bupati Belu JT Ose Luan, sangat luar biasa dan dapat menggugah rasa nasionalisme warga bangsa lainnya.

“Atas aksi heroiknya, Panglima TNI mengapresiasi dengan memberikan penghargaan kepada Johannes Adekalla berupa Bea Siswa hingga lulus SMA," katanya.

Setelah lulus SMA, Johannes akan mendapat prioritas apabila ingin menjadi Prajurit TNI serta mengundang Johannes ke acara pembukaan Asian Games ke-18 pada hari ini di Jakarta,” ucapnya.

M. Sabrar juga mengatakan bahwa saat ini masyarakat Indonesia banyak yang mengapresiasi atas sikap yang ditunjukan Johannes. “Mereka merasa terharu, meneteskan air mata dan bangga setelah melihat video aksinya yang viral di media sosial,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kapuspen TNI menyampaikan bahwa dilihat dari video, kejadiaannya bermula saat petugas pengerek bendera mengalami kesulitan saat mengibarkan bendera Merah Putih karena ikatan bendera terlepas dan nyangkut diujung tiang.

“Disaat semua orang kebingungan karena kejadian tersebut, muncul dari barisan anak berpakaian seragam SMP tanpa ada yang menyuruhnya dengan gagah berani tanpa rasa takut langsung memanjat tiang bendera,” ujarnya.

“Pemandangan mendebarkan pun disaksikan oleh ratusan peserta upacara. Remaja yang belum diketahui namanya ini pun, perlahan-lahan memanjat tiang tinggi itu dan hanya membutuhkan waktu tidak sampai satu menit untuk mencapai puncak tiang serta membereskan masalah,” tambahnya.

Lanjut, M Sabrar mengatakan bahwa saat hendak turun, peserta upacara pun bersorak dan bertepuk tangan.

Para aparat telah menunggu di bawah untuk membantu anak kecil itu. "Atas keberaniannya tersebut akhirnya upacara 17-an dapat dilanjutkan dan sang Merah Putih dapat dikibarkan,” tutup M Sabrar.

Panjat tiang bendera dengan spontanitas dan Inisiatif Sendiri

Johannes Adekalla (Yohanis Gama Marschal Lau) mengaku melakukan tindakan itu atas inisiatifnya sendiri. 

Tiba-tiba kemauan untuk memanjat tiang bendera dan kembali mengikat talinya yang putus datang begitu saja. Jadi tidak ada yang perintahkan saya untuk panjat," katanya sebagaimana dikutip dari Antara.

"Saya hanya ingin bendera merah putih tetap berkibar," lanjutnya. 

Upacara memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia itu tepatnya dilakukan di Pantai Motaain, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu.

Prosesi yang berlokasi dekat perbatasan Indonesia dengan Timor Leste itu sempat terhenti saat pengibaran bendera karena pengait tali terputus. 

Joni bercerita, ketika upacara bendera dimulai tepat pukul 09.00 Wita, awalnya ia mulai merasa pusing. Sebab, saat berangkat dari rumah ia tidak sempat sarapan.

Siswa SMP Silawan yang masih duduk di bangku kelas 1 itu kemudian dilarikan ke tenda kesehatan untuk mendapatkan perawatan.

Saat sedang dirawat dan sudah diberikan makan, Joni menuturkan, tiba-tiba dirinya mendengar bendera merah putih tidak bisa naik karena ada tersangkut di atas. Seketika itu pula, ia langsung membuka sepatunya, berlari ke arah tiang bendera, dan memulai memanjatnya.

"Saya juga lihat sudah banyak orang yang panik, sementara bendera tidak bisa naik, saya langsung panjat tiang bendera tanpa pikir panjang lagi," kata Joni.

Setelah tali yang putus itu diikatkannya, upacara bendera pun dilanjutkan dan berjalan sampai selesai.

Sesampainya di rumah usai upacara, ia bercerita, banyak pihak yang datang, mulai dari wartawan dan pejabat daerah setempat serta pihak TNI dan polisi. 

Bocah yang kesehariannya membantu orang tuanya memilih asam dan sekaligus memanjat pohonnya untuk dijual di pasar itu, mengaku kaget.

Ia tidak menyangka bahwa aksi itu membuat dirinya dikenal banyak orang. 

Berkat aksi heroiknya itu, Joni mendapat undangan ke Jakarta oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dan bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara.

Dari Keluarga Hotman Paris Berikan Hadiah 50  Juta

Untuk menghargai atas apa yang telah dilakukan Yohanes, pengacara kondang Hotman Paris juga akan memberikan hadiah.

Melalui unggahan dalam akun Instagram pribadinya, Hotman Paris mengungkapkan jika ia salut dengan aksi Yohanes.

Tidak seperti anak muda zaman sekarang yang lebih banyak menuai sensasi, aksi Yohanes dinilai sebagai contoh yang patut ditiru. 

Hotman Paris pun akan memberikan uang tunai sebesar Rp 25 juta.

"Salam dari garasi Kepada anak remaja Yohanes, pemuda NTT yang punya nyali berani memanjat tiang bendera dengan spontan, pada saat tali bendera putus di NTT, saya salut. Dalam ratusan IG saya dan ceramah, saya selalu mengatakan bahwa nyali yang positif sangat perlu dibina sangat perlu dibangun untuk kesuksesan. Kepada anak remaja Yohanes pemuda NTT, nanti aku kasih uang jajan ya, uang 25 juta, tolong kasih tau rekening orangtuamu ya, untuk beli permen. Remaja NTT yang patut dikagumi, jangan seperti pemuda lainnya yang cuma nyinyir-nyinyir tapi prestasi nggak ada. Pemuda NTT uang 25 juta dari Hotman nanti saya kirim," kata Hotman dalam video yang ia unggah, Sabtu (18/8/2018).

Pada unggahan selanjutnya, Hotman Paris mengatakan, selain dari dirinya Rp 25 juta, juga ditambah dari adiknya, Duma Hutapea, seorang pengacara juga.

Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved