Anaknya Bupati, Ibu Ini Tetap Pilih Jualan Sayur, Mengharukan!

Perjuangan Margaretha membesarkan anak-anaknya hingga sukses luar biasa, hingga menjadi seorang bupati.

Anaknya Bupati, Ibu Ini Tetap Pilih Jualan Sayur, Mengharukan!
kompas/kolase
Bupati Raymundus Sau Fernandez dan orangtuanya Margaretha 

TRIBUN-MEDAN.COM - Margaretha Hati Manhitu. Begitulah nama ibu ini. Perjuangan Margaretha membesarkan anak-anaknya hingga sukses, luar biasa.

Satu di antara anaknya berhasil menjadi seorang bupati.

Dia rela banting tulang demi keberhasilan sang anak.  

Setelah anak sukses, ibu tidak ingin menyusahkan sang anak dengan meminta uang kepada mereka, meski sebenarnya sang anak sama sekali tidak keberatan. 

Margaretha adalah ibu seorang Bupati Timor Tengah Utara (TTU) , Nusa Tenggara Timur (NTT), Raymundus Sau Fernandez.

Baca: Inilah 8 Hadiah untuk Joni Siswa Pemanjat Tiang Bendera, dari Hotman Paris hingga Bedah Rumah

Margaretha memutuskan untuk tetap berjualan sayur meski anaknya sudah menjadi seorang Bupati.

Perempuan berusia 78 tahun tersebut selalu berpenampilan sederhana.

Margaretha di depan rumahnya
Kompas.com
Margaretha di depan rumahnya
Mengenakan kain sarung dan baju blouse kuning tanpa alas kaki, Margaretha selalu duduk di depan teras rumahnya di Desa Bijeli, Kecamatan Noemuti, TTU.

Ia selalu menggelar karung putih dan bakul berisikan buah asam kering.

Margaretha ditemani oleh kedua cucu dan seorang kerabatnya saat sedang mempersiapkan sayuran yang akan dijualnya.

Asam kering yang Ia kumpulkan dari pohon dekat rumahnya dibersihkan di rumah lalu dijualnya ke langganannya.

Hasil dari jualannya tersebut digunakan oleh Margaretha untuk membiayai kehidupannya sehari-hari bersama suaminya, Yakobus Manue Fernandez berusia 84 tahun.

Pekerjaannya sebagai seorang penjual sayur, sudah Ia lakukan sejak Raymundus masih kecil.
Saat berjualan asam, Margaretha akan ditemani oleh suaminya.

Baca: 10 Manfaat Kulit Pisang Gak Disangka, Selain Bikin Gigi Putih dan Hilangkan Jerawat

Baca: Inilah 8 Hadiah untuk Joni Siswa Pemanjat Tiang Bendera, dari Hotman Paris hingga Bedah Rumah

Baca: 17 Agustus - Rok Melorot, Sepatu Lepas hingga Tali Bendera Putus, Inilah 8 Insiden Heboh Paskibra


Selain sebagai penjual asam, Margaretha yang tinggal bersama putri dan menantunya menjual sayur di pasar dan mengelola sawah milik mereka.

Ia mengaku bahwa selama ini putranya seorang Bupati tersebut sudah berulang kali melarang kedua orangtuannya untuk berjualan sayur.

"Saya sudah larang, tapi mama tetap tidak mau karena mama bilang kita sudah tanam di kebun, jadi hasilnya harus dijual," kata Raymundus.  

Namun orangtuanya tidak mau karena takut merasa menjadi beban.

"Kami tidak mau membebani anak kami karena dia itu kerja untuk masyarakat banyak. Saya kerja dengan suami saya untuk makan sehari-hari," kata Margaretha melansir Kompas.com.

Selain sebagai seorang Bupati, Raymundus pernah menduduki jabatan sebagai Wakil Ketua DPRD TTU di usia 25 tahun.

Dengan segudang prestasi politik dan jabatan yang dimiliki putra sulungnya itu, tentu Margaretha bisa saja dengan mudah mendapatkan fasilitas mewah. 

Walaupun anaknya telah sukses, Ia selalu berpesan kepada putranya untuk bekerja dengan baik untuk rakyat.

"Saya selalu pesan buat anak saya untuk kerja yang baik untuk rakyat dan jaga nama baik keluarga," ucapnya.

Namun Raymundus selalu bangga kepada orangtuanya itu karena mereka pekereja keras dan bertanggung jawab dengan pekerjaannya.
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved