Debit Air Danau Toba Menurun, Ini Alasan yang Diungkap Bupati Rapidin Simbolon

hal itu terjadi lantaran saat ini musim kemarau sedang melanda kawasan Danau Toba yang juga merupakan danau terbesar se-Asia Tenggara.

Debit Air Danau Toba Menurun, Ini Alasan yang Diungkap Bupati Rapidin Simbolon
Tribun Medan / M Andimaz Kahfi
(Kiri ke kanan) CHJ Gultom - DPP ASITA Sumut, Hidayati - Hidayati - Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumut, Rapidin Simbolon - Bupati Samosir, Arie Prasetyo - Dirut BPODT, Henri Manik - Project Manager SMI dan Tenne Permatasari - Project Manager GFNY. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Bupati Samosir, Rapidin Simbolon saat jumpa pers di Kafe Potret menuturkan saat ini debit air di Danau Toba, Sumatra Utara mengalami penurunan.

Menurut Rapidin, hal itu terjadi lantaran saat ini musim kemarau sedang melanda kawasan Danau Toba yang juga merupakan danau terbesar se-Asia Tenggara.

"Sebenarnya menurun ya menurun. Kita akui menurun. Tapi ini kan musim kemarau panjang. Nanti kalau musim hujan pasti kembali normal," kata Rapidin, Senin (20/8/2018).

Rapidin menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Samosir telah menyampaikan soal penurunan debit air Danau Toba kepada pihak Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia.

Ia juga menepis anggapan yang beredar, jika pembangkit listrik milik salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), jadi penyebab berkurangnya debit air Danau Toba.

"Kemarin kami rapat dengan Menko Maritim, beliau memerintahkan untuk koordinasi dengan pihak Inalum," katanya.

"Kalau range sudah turun dari 9.03 maka beberapa turbin akan dimatikan. Kalau tidak salah sudah enam hingga delapan turbin. Agar pengeluaran air Danau Toba jangan terlalu kencang," ungkap Rapidin.

Sementara itu, Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), Arie Prasetyo mengatakan bahwa penurunan debit air Danau Toba sudah diketahui dan telah disampaikan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk melihat penyebab utama menurunnya debit air Danau Toba.

"Kita harus lihat sama-sama penyebabnya out flow berkurang atau in flow diperbanyak menjadi bola liar. Apakah Inalum yang memakai banyak air atau in flow berkurang," kata Arie.

"Debit air itu kan in flow dan out flow. Kalau in flow Danau Toba apakah memang berkurang. Tapi kalau out flow itu satu melalui sungai Asahan. Jadi out flow nya ini akan kita cek juga apakah in flow dan out flow ini sudah sama atau belum," terang Arie.

Lebih lanjut, BPODT juga meminta kepada Pemerintah Kabupaten yang berada di kawasan Danau Toba untuk tetap terus melakukan kontrol terhadap data ketinggian debit air.

(cr9/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved