Breaking News

Ibrahim Hongkong Terlibat Peredaran 150 Kg Sabu, Wakil Ketua DPRD: TKP Penangkapan Basis Narkoba

Saya anggap dia abang. Kita tahu dia siapa, tapi tahu lah di DPRD ini kita enggak open.

Ibrahim Hongkong Terlibat Peredaran 150 Kg Sabu, Wakil Ketua DPRD: TKP Penangkapan Basis Narkoba
IST
Ibrahim Hasan,anggota DPRD Langkat dari Fraksi Nasdem 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, LANGKAT - Wakil Ketua DPRD Langkat, Donny Setha sangat menyayangkan keterlibatan anggota dewan dari Fraksi NasDem, Ibrahim Hasan atau Ibrahim Hongkong (IH) dalam peredaran narkotika 150 Kg yang diamanakan BNN Pusat.

Kelakuan IH disebutnya telah mencoreng instansi wakil rakyat.

"Saya anggap dia abang. Kita tahu dia siapa, tapi tahu lah di DPRD ini kita enggak open. Terkadang orang sudah banyak pun, kalau sudah tahu cara cari duit ya tetap di situ dia," katanya di ruangannya, Senin (20/8/2018)

"Kalau saya secara DPRD sangat menyayangkan permasalah terjadi, karena di dalam DPRD ini sudah kita anggap keluarga. Dan disayangkan nama DPRD Langkat tercoreng," jelasnya.

"Saya menganggap Pakai Ibrahim sosok yang baik, agamais, dengan permasalahan ini saya juga tidak tahu bisa terjadi seperti ini dan juga masih diindikasi terlibat narkotika," ujarnya.

Ibrahim Hasan diamankan di pelabuhan kecil Pangkalansusu. Kawasan ini juga disebut-sebut jalur tikus masuknya penyelendupan narkotika dan barang ilegal lainnya. Bahkan kawasan ini sudah rahasia umum disebut basis peredaran narkotika dari luar negeri dan basis peredaran sabu lokal.

"Kalau soal daerah itu disebut sering terjadi permainan (penyelundupan narkotika dan barang-barang ilegal) kalau hasil koordinasi kita denggan Dandim dan Kapolres memang sering disebutkan terjadi permainan-permainan ilegal penyelundupan," ujarnya.

"Ini daerahnya sama juga kayak daerah yang sering masuk peredaran baju, bawang, permasalahan sabusabu. Ini terimbas ke daerah seluruh Indonesia yang bisa dimasuki wilayah perairan laut. Sudah rahasia umum sering terjadi di daerah tersebut. Karena peredaran narkoba di Langkat paling banyak di Teluk Aru," jelasnya.

Dijelaskan Donny Setha bahwa Ibrahim Hasan terancam pencopotan dari anggota DPRD Langkat. Ada beberapa proses yang akan dilalui jika Ibrahim terbukti terlibat.

"Misalnya terbukti, di DPRD ini ada mekanisme pemecatan dewan atau PAW harus ada duku keputusan persidangan yang menyatakan dia bersalah. Siapa pun yang terlibat pidana dan masih pemeriksaan polisi itu masih praduga, penentu hukum setelah ada keputusan dari pengadilan. Kalau memang bersalah DPRD segera ambil sikap, untum membuat pergantian dan itu juga ada mekanisme keputusan mengajukan dari partai," pungkasnya.

(dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved