Travel

Sitalmak-talmak, Destinasi Baru Sejuta Pesona di Danau Toba

Bukit tersebut berada di Desa Negeri Sihotang, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir.

Penulis: Arjuna Bakkara |
Tribun Medan/Arjuna Bakkara
Wisatawan menikmati panorama dari Destinasi Wisata Baru Sitalmak-talmak,Negeri Sihihotang, Kacamatan Harian, Kabupaten Samosir. 

Pengolahan lahan persawahan menggunakan tenaga kerbau masih bisa dijumpai. Bau batang padi yang dibakar bekas panen sawah menjadi wewangian ciri khas sepanjang perladangan di pinggir jalan. Makam-makam orang Batak, serta tembok-tembok batu dan tanaman bambu yang dijadikan benteng kampung juga menjadi pemandangan bonus saat semakin dekat ke Sitalmak-talmak.

Saat tiba di kaki bukit Sitalmak-talmak medannya jalan yang menanjak dan menikung memacu adrenalin untuk melaluinya. Ada baiknya, ke puncak Sutalmak-talmak, sementara ini ditempuh dengan berjalan kaki. Alasannya, selain keselamatan sisi lain Pelancong mendapat "hadiah" suguhan demi auguhan pemandangan sisi lain Danau Toba.

Tiba di Lokasi, pelancong akan bertemu dengan Masjudin atau pun timnya yang mengelola wisata itu. Anda akan dilayani, apalagi mereka masih kental dengan ketulusan dan solidaritas yang muncul dari nilai-nilai adat Batak.

Fasilitas yang disediakan beragam, ada rumah pohon, gazebo, parkir, kamar mandi dan are selfi lainnya serta tempat arena camping. Fasilitas bebas ke semua pengunjung. Pengunjung cukup mebayar Rp 10.000.

Kelebihan lokasi ini, dari bukit itu bisa melihat kabupaten lain di Kawasan Danau Toba. hamparan biru Danau Toba kawasan Kabupaten lain tertera. Bila malam, bintang-bintang seakan dekat dengam pebukitan.

Pengunjung direkomendasikan membawa kamera agar dapat mengabadikan keindahan Panorama Danau Toba dan moment-moment indah ketika berwisata ke sana. Sehingga, dapat diceritakan ke sanak saudara yang penasaran dengan perjalanan anda.

Namun, satu hal yang tidak bisa. Pengunjung laki-laki dan perempuan tidak bisa tidur satu tenda. Wanita harus dengan wanita, pria harus dengan pria. Artinya wanita dan pria dipisah agar tidak melakukan maksiat.

Kepada Tribun, Masjudin menyampaikan Sitalmak-talmak tersebut selain dijadikan lahan pertanian, dulunya juga menjadi tempat pilihan para leluhur mereka untuk berteduh dan menatao Danau Toba. Karenanya, pengunjung tidak dilarang keras berbuat maksiat.

Serta harus sama-sama menjaga kebersihan dan tata krama di lokasi. Iya meyakini, pengunjung akan selamat-selamat jika sama-sama menjaga ketertiban.

"Yang paling kita larang di sini adalah Maksiat. Lalu tidak bisa bawa daging babi dan daging anjing. Dari dulu tempat ini memang begitu kami menjaganya, sebab ini tempat yang sakral juga bagi kami,"pesannya.

(cr1/tribunmedan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved