Operasi Tangkap Tangan

2 Pegawai BPPRD yang Terkena OTT, Sudah Dua Kali Beraksi, Gelapkan Uang Negara 31 juta

DE dan MH merupakan pegawai honor. Mereka melakukan pungutan liar (Pungli) dengan mendatangi perusahaan Ayam Penyet Ria di Sun Plaza

2 Pegawai BPPRD yang Terkena OTT, Sudah Dua Kali Beraksi, Gelapkan Uang Negara 31 juta
Tribun Medan / Sofyan Akbar
Dit Krimsus Polda Sumut unit Tipikor melakukan paparan terkait tangkapan OTT yang mereka lakukan terhadap kedua oknum pegawai honor Dispenda Medan, Selasa (21/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Sofyan Akbar

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Direktorat Krimsus Polda Sumut akhirnya memberikan keterangan resmi terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang melibatkan dua oknum pegawai Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD)  Medan. 

Direktur Kriminal Khusus Polda Sumut Kombes Pol Toga Habinsaran Panjaitan mengatakan dalam penangkapan dua oknum pegawai Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD), pihaknya juga mengamankan RC yang merupakan General Manager (GM) Ayam Penyet Ria.

"DE dan MH merupakan pegawai honor. Mereka melakukan pungutan liar (Pungli) dengan mendatangi perusahaan Ayam Penyet Ria di Sun Plaza, kemudian melakukan negosiasi, supaya tidak melakukan wajib pajak yang seharusnya dibayarkan 10 persen dari pendapatannya," kata pria dengan melati tiga dipundaknya saat melakukan paparan pada Selasa (21/8/2018) kemarin.

Toga menjelaskan, perbuatan ini sudah dilakukan para tersangka untuk kali bulan keduanya. Harusnya dalam pembayaran tersebut, Negara dapat memperoleh pajak sebesar Rp 31 juta, yang berasal dari setoran bulan Juni (dibayar Juli) Rp 18 juta, dan kemudian bulan Juli (dibayar Agustus) sebesar Rp 13 juta.

"Tapi tersangka tidak menyetornya ke Negara. Sehingga mendapat bagian Rp 8 juta (pembayaran pertama) dan 6 juta (pembayaran kedua), dengan total Rp 14 juta masuk ke kantong pribadi petugas," katanya.

BNN Geledah Rumah Anggota Dewan Gembong Narkoba, Miskinkan dan Jerat dengan Pasal TPPU

Mahfud MD Berkicau, Faizal Assegaf: Pesannya Menohok ke Jantung Capres-cawapres Kardusan

Kapolres Kediri Terima Uang Pungli SIM Rp 50 Juta Seminggu, Kasat Lantas Rp 15 Juta

Dari jumlah tersebut, sambung Toga, Polda Sumut hanya mengamankan uang Rp 6 juta dari pembayaran di bulan kedua, beserta sejumlah dokumen administrasi pajak dan handphone. Sedangkan uang Rp 8 juta lagi sudah diterima oleh kedua pegawai honor UPT BP2RD tersebut.

Wali Kota Medan Berharap Idul Adha Bisa Mengubah dan Mengembalikan Jiwa Kembali Fitrah

ATC Sumut Terbangkan Lima Ton Bantuan dan Lima Relawan ke Lokasi Gempa Lombok

"Ketiga tersangka kita kenakan pasal 12 a subsider pasal 11 dan pasal 5 UU no 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi dengan ancaman di atas 5 tahun,"ujarnya.

Pj Gubernur Sumut Bersyukur Bisa Menjalankan Salat Idul Adha 1439 Hijriyah dengan Menyenangkan

Selain itu, Toga juga mengaku penyidik akan meminta keterangan terhadap kepala UPT dan kepala Dinas BP2RD terkait bagaimana dua pegawai dengan status honor bisa bertindak di atas wewenang mereka.

"Kasus ini baru dua bulan. Tapi akan kita kembangkan, ada berapa banyak kasus dan perusahaan yang serupa," ujarnya.

(Akb/tribun-medan.com)

Penulis: Sofyan Akbar
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved