Kesehatan
4 Cara Efektif Kurangi Risiko Stroke, dari Konsumsi Coklat hingga Aktivitas Seks
Waspada! Jangan sampai Anda terkena stroke. Perhatikan juga aktivitas untuk mendukung kesehatan Anda.
TRIBUN-MEDAN.COM - Waspada! Jangan sampai Anda terkena stroke. Perhatikan juga aktivitas untuk mendukung kesehatan Anda.
Cara paling efektif dan terkenal untuk mengurangi risiko stroke memang merubah kebiasaan menjadi hidup yang lebih sehat.
Termasuk melakukan aktivitas fisik yang cukup, menghindari rokok, mempertahankan berat badan, mengurangi asupan garam, dll.
Tetapi penelitian juga menunjukkan bahwa makanan, kebiasaan, dan minuman tertentu dapat dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah.
Baca: Yuk Antisipasi! Whatsapp Hapus Data Permanen November, Silakan Back-up ke Google Drive
Berikut adalah lima di antaranya yang mungkin mengejutkan Moms:
1. Sauna
Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Neurology menemukan bahwa pengguna sauna yang paling sering (empat hingga tujuh kali seminggu) adalah 60% lebih kecil untuk mengalami stroke dibandingkan dengan mereka yang hanya mengonsumsi satu sauna per minggu.
Baca: CPNS 2018 - Final Kuota 5.000 STAN dan 570 Umum, Kemenkeu Butuh Lulusan Pajak dan Akunting
"Sauna tampaknya memiliki efek menurunkan tekanan darah, yang dapat mendasari efek menguntungkan pada risiko stroke," kata penulis studi Dr. Setor Kunutsor.
Panas dalam sauna dapat meningkatkan aliran darah ke kulit, merangsang sistem kekebalan tubuh, dan meningkatkan kesehatan jantung yang lebih baik.
Baca: Hotman Paris Blak-blakan Menohok Polisi, Ada Godaan Usai Tangkap Cucu Konglomerat Kasus Narkoba
2. Cokelat
Penelitian telah mengklaim bahwa konsumsi cokelat yang rutin dapat dikaitkan dengan risiko stroke yang lebih rendah.
Studi telah menemukan bahwa hal itu dapat dilakukan untuk laki-laki maupun perempuan.
Para ahli percaya bahwa flavonoid dalam cokelat bertindak sebagai antioksidan kuat dan agen anti-inflamasi, yang menguntungkan bagi jantung dan otak.
Baca: Hotman Paris Blak-blakan Menohok Polisi, Ada Godaan Usai Tangkap Cucu Konglomerat Kasus Narkoba
Sedang konsumsi dark chocolate dengan konsentrasi gula yang lebih rendah dan konsentrasi kakao yang lebih tinggi mungkin merupakan pilihan terbaik untuk dipertimbangkan.
Namun, ini tidak disarankan untuk orang yang kelebihan berat badan karena penambahan berat badan dapat meningkatkan risiko stroke.
3. Benang (floss)
Berikut adalah alasan lain untuk berhenti merasa malas menyikat gigi danflossing di malam hari.
"Tampaknya kebersihan gigi yang baik dapat melakukan lebih dari sekadar menjaga kesehatan gigi dan gusi Anda - ini juga dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke," kata penulis utama Dr. Souvik Sen.
Baca: Terkuak, Anggota DPRD Ini Sering Selundupkan Narkoba ke Luar Negeri, BNN Sita Ratusan Kilo Sabu
Alasannya mungkin disebabkan aterosklerosis, penyempitan arteri yang merupakan faktor risiko utama untuk stroke.
Ketika kesehatan gusi membaik, perkembangan aterosklerosis melambat ke tingkat yang signifikan secara klinis.
Meskipun penelitian telah menunjukkan korelasi, American Heart Association telah menganggap bukti ini belum cukup meyakinkan untuk dilihat hubungan sebab-akibatnya.
Baca: Menangi 4 Gelar, Real Madrid Dapat Kucuran Bonus Rp 1,18 Triliun, Segini untuk tiap Pemain
4. Seks
Yap, seks dihitung sebagai aktivitas fisik, bukan?
"Laki-laki paruh baya harus berbesar hati untuk mengetahui bahwa seringnya hubungan seksual tidak mungkin menghasilkan peningkatan risiko stroke yang signifikan dan bahwa beberapa perlindungan dari peristiwa koroner yang fatal dapat menjadi bonus tambahan," kata sebuah studi kohort dengan 20- tahun tindak lanjut.
Alasannya mungkin bahwa hubungan seksual mencegah penumpukan homocysteine kimia pada laki-laki.
Pada tingkat tinggi, itu dapat meningkatkan risiko pembekuan darah dan serangan jantung.
Baca: Tunangan dan Akan Menikah, Baim Wong Sudah Bikin Paula Verhoeten Menangis
5. Kopi
Sementara banyak yang percaya bahwa kafein bisa menjadi pemicu masalah jantung, penelitian terbaru menemukan kopi aman, bahkan menunjukkan bahwa kafein dapat membantu orang dengan ritme jantung yang tidak teratur.
Studi lain 2017 menganalisis data dari Framingham Heart Study dan menemukan bahwa minum kopi dikaitkan dengan penurunan risiko mengembangkan gagal jantung sebesar 7% dan stroke sebesar 8% jika dibandingkan dengan peminum non-kopi.
TAUTAN: Cara Ini Dianggap Efektif Turunkan Risiko Stroke, Nomer 4 Mengejutkan!
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/sauna_20180823_110853.jpg)