Kejati Sumut Pastikan Ajukan Banding Kasus Meiliana Buntut Penistaan Agama di Tanjungbalai

Kasus penistaan agama Tanjungbalai yang terjadi 29 Juli 2019 silam kini masih menyita perhatian kendati hakim

Kejati Sumut Pastikan Ajukan Banding Kasus Meiliana Buntut Penistaan Agama di Tanjungbalai
ist
Terdakwa kasus azan di Tanjungbalai, Meiliana menangis saat sidang Selasa (3/7/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kasus penistaan agama Tanjungbalai yang terjadi 29 Juli 2019 silam kini masih menyita perhatian kendati hakim telah ketuk palu dengan putusan 1 tahun 6 bulan untuk terdakwa Meiliana (44) beberapa hari yang lalu atau sama dengan tuntutan JPU sebelumnya.

Mendengar JPU Anggia Kesuma dari Kejari Tanjungbalai sempat menyatakan pikir-pikir terhadap vonis hakim yang diketuai Wahyu Prasetyo Wibowo tersebut, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara melalui Kasipenkum Sumanggar Siagian menerangkan Kejaksaan siap ikuti banding.

"Sesuai aturan hukum pidana, karena terdakwa dan penasihat hukumnya mengatakan banding, maka kita (JPU) otomatis ikut banding. Itu sudah ketentuannya," ujar mantan Kasipidum Kejari Binjai tersebut usai ditemui di ruangannya, Kamis (23/8/2018) siang.

Mengenai tuntutan yang diajukan JPU Anggia Kesuma pada 13 Agustus 2018 lalau dengan masa hukuman 1 tahun 6 bulan yang dinilai sejumlah ormas islam, Kasipenkum Sumanggar Siagian mengatakan itu sudah sesuai pasalnya.

"Itu sebenarnya sudah tinggi untuk masa hukuman satu setengah tahun penjara pada Pasal 156 itu. Dalam pasal 156 itu, hukuman penjara maksimal adalah 4 tahun memang," tambahnya.

Pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara maupun Kejari Tanjungbalai menurut Sumanggar Siagian selama mengadili Meiliana mengaku telah menegakkan hukum yang adil, meski untuk mengadili Meiliana diselenggarakan pada 2018 oleh Pengadilan Negeri Medan.

"Iya, kita tidak ada intervensi dari mana-mana. Ini murni hanya pada kasus ini. Kita akan tegakkan sesuai proporsi kasus penistaan agama ini," tutup Sumanggar Siagian.

Diketahui sebelumnya, Meiliana, seorang ibu rumahtangga merasa terganggu terhadap suara azan Masjid Al Maksum di Kecamatan Tanjungbalai Selatan. Meiliana kala itu berpesan seorang warga bernama Kak Uwo meminta BKM Masjid untuk mengecilkan volume azan.

(cr15/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved