Cegah Kematian Ikan Mendadak, Distanla Berlakukan Sistem Zonasi Keramba Jaring Apung

Kematian itu diduga karena kekeruhan air Danau Toba beberapa hari terakhir. Sehingga, ikan kekurangan oksigen.

Tribun Medan
Jutaan ekor ikan dalam Keramba Jaring Apung (KJA) yang dipelihara mati di Danau Toba, tepatnya di Pangururan, Samosir (22/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Satia

TRIBUN MEDAN.com, MEDAN- Sekertaris Daerah (Sekda) Sabrina Mengatakan, akan memberlakukan sistem zonasi terhadap jutaan ekor ikan dalam Keramba Jaring Apung (KJA) yang dipelihara mati di Danau Toba, tepatnya di Pangururan, Samosir (24/8/2018).

Bangkai-bangkai ikan yang mengambang itu menjadi pemandangan menyedihkan bagi pengusaha sekitar.Jenis ikan yang mati beragam ukuran dan jenis. Ikan yang gampang mati yakni ikan mas. Ikan mujahir dan nila juga bermatian.

Kematian itu diduga karena kekeruhan air Danau Toba beberapa hari terakhir. Sehingga, ikan kekurangan oksigen.

Hingga malam, pemilik keramba ikan sibuk. Sejumlah alat berat diturunkan mengangkut bangkai-bangkai. Warga juga bergotong-royong membantu membersihkan danau.

"Kita akan melakukan sistem zonasi karena KJA terlalu banyak, kedepannya Distanla akan memberlakukannya, agar tidak terjadi hal serupa," ucap Sekda Sabrina.

Zonasi yang ditetapkan ke depannya, akan diberlakukan untuk mengantisipasi banyaknya keramba yang menumpuk. Tetapi, sambungnya zonasi ini ditetapkan belum tentu dapat mengurangi jumlah keramba.

Ustaz Abdul Somad (UAS) Jadi Menteri jika Dukung Pasangan Ini, Sang Ustaz Jawab Blak-blakan!

Anggi Petugas SPBU yang Dipukuli Oknum TNI Ternyata Anak Tentara Juga, Ini Kronologi dan Videonya

Anggota Paskibraka Nasional Berurai Air Mata Ceritakan Acuhnya Pemerintah Terhadap Prestasinya

Harimau Berkeliaran di Permukiman Warga Bahorok, Sapi Dimangsa!

"Jadi begini, zonasi ini ditetapkan kedepanya, agar tidak menumpuk disatukan titik saja, beberapa tempat akan dipisah untuk mengantisipasi terjadinya kematian ribuan ikan kembali,' ucapnya.

Tembak Mati Komplotan Sabusabu, Polda Sumut Selamatkan 90 Ribu Generasi Muda

Polda Sumut Gulung Komplotan Sabusabu Setelah Kuntit Pergerakan Mereka Selama 4 Hari

Ribuan ikan mati belum diketahui apa penyebabnya, Ia mengatakan, kekurangan oksigen menjadi faktor utama kematian ribuan ikan di KJA Danau Toba.

Dapatkan Tiket Perjalanan dengan Harga Menarik di Garuda Indonesia Online Travel Fair

Minta Ijin Tidak Ikut Berlatih, Ternyata Ini Alasan Kiper PSMS Medan

"Kemungkinan faktor kekurangan oksigen menjadi permasalahan utama dari ribuan ikan yang mati mendadak tersebut," ucapnya.

 Keluhkan Maraknya Pungutan Liar, Polda Sumut Tangkap Empat Orang di Pasar Marelan

 Suhu Capai Angka 35,4 Derajat BMKG Minta Warga Medan Hindari Paparan Langsung Matahari

Halaman
12
Penulis: Satia
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved