Advertorial

Chautu dan Yenkung oleh YM Passang Rinpoche Dihadiri 5000 Umat

Diyakini pada bulan tersebut sangat baik bagi umat untuk melimpahkan jasa kebajikan kepada leluhur dan sanak keluarga yang telah meninggal dunia.

Tribun Medan/HO
Sebanyak 5.000 umat Buddha Medan antusias menghadiri acara pelimpahan (Chautu) dan Yen Kung yang dipimpin oleh YM Passang Rinpoche, Sabtu (18/8/2018) 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Sebanyak 5.000 umat Buddha Medan antusias menghadiri acara pelimpahan (Chautu) dan Yen Kung yang dipimpin oleh YM Passang Rinpoche. Menurut ketua panitia bapak Damad Subur acara tersebut diadakan bersamaan dengan bulan Tjit Guek Pua dalam kalender Lunar.

Diyakini pada bulan tersebut sangat baik bagi umat untuk melimpahkan jasa kebajikan kepada leluhur dan sanak keluarga yang telah meninggal dunia.

Sebanyak 5.000 umat Buddha Medan antusias menghadiri acara pelimpahan (Chautu) dan Yen Kung yang dipimpin oleh YM Passang Rinpoche, Sabtu (18/8/2018)
Sebanyak 5.000 umat Buddha Medan antusias menghadiri acara pelimpahan (Chautu) dan Yen Kung yang dipimpin oleh YM Passang Rinpoche, Sabtu (18/8/2018) (Tribun Medan/HO)

Acara yang diadakan tepat pada tanggal 18 Agustus 2018 tersebut juga sekaligus menyambut hari kemerdekaan Indonesia yang ke 73 tahun dimana semua umat buddha dalam acara tersebut juga mendoakan dan melimpahkan jasa kebajikan selain kepada keluarga juga kepada arwah pahlawan yang telah gugur dan berjasa kepada bangsa dan negara Indonesia agar mereka tenang dan terlahir ke alam berbahagia. Panitia juga mengharapkan umat melakukan Chautu dan Yenkung untuk bencana di Lombok.

Dalam kata sambutannya ketua panitia juga mengingatkan semua umat yang hadir untuk mengingat kembali masa kecil dan jangan melupakan jasa orang tua yang telah meninggal dunia. Ketua panitia selanjutnya mengingatkan sabda Sang Buddha dalam Tirokuddo Sutta menggambarkan penderitaan leluhur yang meninggal dunia dan tidak diperhatikan keluarganya, mereka (leluhur) : "Berada di balik dinding-dinding mereka berdiri.

Sebanyak 5.000 umat Buddha Medan antusias menghadiri acara pelimpahan (Chautu) dan Yen Kung yang dipimpin oleh YM Passang Rinpoche, Sabtu (18/8/2018)
Sebanyak 5.000 umat Buddha Medan antusias menghadiri acara pelimpahan (Chautu) dan Yen Kung yang dipimpin oleh YM Passang Rinpoche, Sabtu (18/8/2018) (Tribun Medan/HO)

Mereka menunggu di perempatan dan di pertigaan jalan. Mereka pulang ke rumah-rumah yang pernah mereka huni. Mereka menunggu di pinggir kusen-kusen pintu.

Ketika engkau mengadakan pesta besar, menyajikan makanan dan minuman yg lezat, tak ada sedikit pun yg dpt mereka sentuh".

Untuk itu umat disarankan untuk menggunakan kesempatan mengikuti acara ritual Chautu dan Yen Kung tersebut sampai akhir acara untuk melimpahkan jasa kebajikan kepada orang tua, sanak keluarga dan leluhur kita yg telah meninggal dunia.

Hadir dalam acara tersebut dan mendapat tepuk tangan meriah dari seluruh umat yang hadir bapak Tongariodjo Angkasa SE MBA MM MSc sebagai Bapak UBN Indonesia yang merupakan tokoh yang berjasa dan mengusulkan diselenggarakannya acara Chautu dan Yen Kung tersebut.

Sebanyak 5.000 umat Buddha Medan antusias menghadiri acara pelimpahan (Chautu) dan Yen Kung yang dipimpin oleh YM Passang Rinpoche, Sabtu (18/8/2018)
Sebanyak 5.000 umat Buddha Medan antusias menghadiri acara pelimpahan (Chautu) dan Yen Kung yang dipimpin oleh YM Passang Rinpoche, Sabtu (18/8/2018) (Tribun Medan/HO)

Acara tersebut diadakan oleh Flourishing Buddhist Centre (FBC) dan didukung oleh UBN Indonesia (UBN-I) dan Taman Alam Lubini (TAL).

Acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua Umum UBN Indonesia Charles Tandoko, Ketua FBC Sumut Tony Tukimin, Penyelenggara agama Buddha kemenag kota Medan Burhan SAg. MSi, Ketua Walubi kota Medan Earlnus Chen, Ketua MBI Sumut Eddy Sujono SetiawanSE.MM, Anggota DPRD Sumut Brilian Moktar SE, MM. dan banyak tokoh buddhist dan perwakilan vihara lainnya.

Dalam Wejangan dharma YM.Passang Rinpoche memberi pencerahan tentang pentingnya setiap tindakan harus didasari dengan alas kebijaksanaan. Orang yang bijaksana akan menjaga keluarga nya dengan baik. Penuhi dahulu kebutuhan keluarga dan orang tua baru kemudian selayaknya umat berdana.

Jangan sampai seseorang berdana kesana kemari namun orang tua dan keluarga sendiri terlantar inilah contoh menggunakan keuangan secara tidak bijaksana.

Selanjutnya YM Passang Rinpoche melanjutkan, banyak orang yang mendapatkan uang secara tidak bijaksana dan menggunakannya secara tidak bijaksana juga.

Banyak orang seumur hidup mencari uang, setelah uang dikumpulkan mereka juga tidak pernah berdana untuk berbuat kebajikan, kemudian ketika dia sakit seluruh uang yang didapatnya dipergunakan untuk berobat. Ini adalah contoh dalam kehidupan sehari-hari yang sering kita temukan.

Oleh karena itu pakailah kebijaksanaan dalam mengatur keuangan dan pergunakan juga dengan cara dan tempat yang benar itulah baru dikatakan kebijaksanaan. 

Acara tersebut diakhiri dengan blessing yang dilakukan YM.Passang Rinpoche kepada seluruh umat yang hadir yang begitu antusias menunggu giliran dengan sabar.

Panitia terlihat memperhatikan dan mendahulukan orang tua yang sudah lanjut usia untuk mendapat blessing. Acara berakhir hampir pukul 24.00 WIB dan pengunjung atau umat pulang dengan bahagia.

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA
    Komentar

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved