Donald Trump: Semua Orang Akan Miskin, Jika Memakzulkan Saya

"Saya tidak tahu bagaimana Anda bisa memakzulkan seseorang yang telah melakukan pekerjaan hebat,"

tribunmedan
Donald Trump 

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih dan teks

TRIBUN-MEDAN.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menanggapi pembicaraan publik mengenai kemungkinan dia bisa diberhentikan dari jabatannya.

Dia meyakini, keputusan pemakzulan akan menenggelamkan perekonomian terbesar di dunia dan memicu pemberontakan.

Trump mengatakan, semua orang akan menjadi sangat miskin karena dia telah melakukan kemajuan ekonomi selama memerintah.

"Jika saya dimakzulkan, saya rasa pasar akan jatuh, dan saya pikir semua orang akan menjadi sangat miskin," kata Trump dalam wawancara acara talk show "Fox and Friends" yang disiarkan pada Kamis (23/8/2018).

Baca juga: Meski Trump Mengaku Membayar Bintang Porno, Saya Tak Peduli

"Saya tidak tahu bagaimana Anda bisa memakzulkan seseorang yang telah melakukan pekerjaan hebat," imbuhnya.

CNN mewartakan, Trump mengatakan dalam wawancara itu bahwa dia akan memberikan nilai A+ jika ditanya mengenai kinerja pemerintahan sejauh ini.

"Saya memberi nilai A+. Saya rasa tidak pernah ada presiden yang telah melakukan hal seperti yang saya lakukan," ucapnya.

Juru bicara pengacara pribadi Trump, Rudy Giuliani, menyerukan peringatan keras terhadap isu pemakzulan yang dapat menimbulkan keresahan politik.

"Anda dapat memakzulkan dia karena alasan politik dan rakyat Amerika akan memberontak terhadap hal itu," katanya kepada Sky News.

Pernyataan tersebut muncul setelah kasus dua mantan pembantu Trump, mantan ketua kampanye Paul Manafort dan mantan pengacaranya Michael Cohen, dinyatakan bersalah atas berbagai tuduhan.

Melansir AFP, Cohen mengaku bersalah atas pelanggaran keuangan kampanye untuk membayar dua perempuan yang memiliki hubungan pribadi dengan Trump. Cohen memberikan uang tutup mulut kepada keduanya.

Baca juga: Trump Akui Bayar Uang Tutup Mulut kepada 2 Perempuan

Meskipun Cohen tidak menyebutkan nama wanita, mereka diyakini merupakan bintang porno Stormy Daniels dan model Playboy Karen McDougal.

Karena pembayaran uang tutup mulut dimaksudkan untuk memengaruhi hasil pemilihan, mereka melanggar undang-undang AS yang mengatur kontribusi kampanye.

Sebelumnya, Trump mengakui adanya pembayaran uang tutup mulut kepada dua perempuan tersebut.

"Namun, yang perlu digarisbawahi, pembayaran tersebut tidak menggunakan dana kampanye. Murni dari kantong pribadi saya," katanya.

 
Donald J. Trump
Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved