Berkedok Polisi, Empat Kawanan Begal Diringkus, Kakinya Ditembak Anggota Polres Tanah Karo

Para pelaku mencoba melarikan diri, sehingga petugas terpaksa menembak kaki ke empat pelaku.

Berkedok Polisi, Empat Kawanan Begal Diringkus, Kakinya Ditembak Anggota Polres Tanah Karo
TRIBUN MEDAN/M Nasrul
Kasatreskrim Polres Tanah Karo AKP Ras Maju Tarigan (kanan), menanyai para pelaku begal yang berkedok sebagai polisi, di Polres Tanah Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe, Selasa (28/8/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul

TRIBUN-MEDAN.COM, KABANJAHE - Dalam melakukan setiap aksinya, pelaku kejahatan selalu saja memiliki cara atau kedok untuk melancarkan perbuatannya.

Seperti yang dilakukan oleh Esra Heryanta, Edwin Tarigan, Raden Ginting, Suwandi alias Anes yang merupakan kawanan begal yang sering beraksi di kawasan Kabupaten Karo.

Namun, perbuatan keempatnya harus dipertanggungjawabkan di hadapan petugas, saat berhasil diamankan oleh Satreskrim Polres Tanah Karo, Senin (27/8/2018). Namun saat diamankan, para pelaku mencoba melarikan diri, sehingga petugas terpaksa memberikan hadiah timah panas yang tepat mengenai kaki ke empatnya.

Kasat Reskrim Polres Karo Akp Ras Maju Tarigan SH, didampingi Kanit IV Judisila Dedi Ginting, mengatakan saban beroperasi, kawanan begal tersebut selalu menggunakan modus menyamar sebagai polisi. Ia mengungkapkan, para pelaku memanfaatkan kepanikan korban untuk merampas kendaraannya. Tak hanya itu, harta seperti uang korban juga ikut digasak.

"Modusnya mereka menjadi petugas kepolisian, setelah mendapat korban, langsung dipepet dan ditanya identitas serta menuduh korban sedang membawa narkoba. Setelah itu, mereka langsung merampas sepeda motor korban," ujar Ras Maju, di Polres Tanah Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe, Selasa (28/8/2018).

Ras Maju mengungkapkan, keempatnya merupakan kawanan yang sudah sejak lama diincar oleh Polres Tanah Karo. Lanjut Ras Maju, menurut pengakuan para pelaku, mereka sudah delapan kali melakukan begal di seputar wilayah Kabupaten Karo.

"Dari empat orang ini, memiliki peran masing-masing. Dengan dua orang melakukan aksi di sini, dan dua lagi menunggu di Medan," ungkapnya.

Ia menyebutkan, komplotan tersebut merupakan sindikat yang bermain antar provinsi. Dan sudah masuk ke dalam kategori residivis. Ras Maju menambahkan, pelaku menjual sepeda motor dengan berbagai macam harga. Mulai dari Rp 2,5 juta, hingga empat juta rupiah.

"Dari hasil interogasi yang kami lakukan, seluruh barang bukti yang didapat dari wilayah Tanah Karo, rata-rata dijual ke Aceh Tenggara," katanya.

Dari para pelaku, berhasil disita barang bukti satu unit sepeda motor bebek, dengan plat nomor BK 2679 WY dan helm yang digunakan untuk melancarkan aksinya.

(cr4/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved