Kapal Tenggelam

Kadis Perhubungan Sumut Garansi Penyeberangan di Perairan Danau Toba Aman

Penyeberangan Danau Toba sudah bisa diakses lebih aman dan nyaman demi keselamatan. Perubahan sudah jelas tampak setelah peristiwa tersebut.

Kadis Perhubungan Sumut Garansi Penyeberangan di Perairan Danau Toba Aman
Tribun Medan/Arjuna Bakkara
Keluarga korban menangis haru saat menaburkan bunga, Senin (2/7/2018) di lokasi KM Sinar Bangun tenggelam. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Satia

TRIBUN MEDAN.com, MEDAN-Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi Sumatera Utara M Zein Siregar mengatakan, saat ini penyeberangan perairan Danau Toba sudah aman dan layak untuk dikunjungi.

Setelah peristiwa  tenggelamnya kapal motor (KM) Sinar Bangun pada bulan Juni lalu, lantaran karena ulah dari kurangnya rasa tidak bertanggungjawab.

Tidak bertanggungjawab yang dimaksud, adalah dengan menaikan penumpang secara berlebihan kapasitas. Sehingga membuat kapal jenis kayu tersebut mudah terhempas ombak karena hembusan angin begitu kencang.

Kadishub M Zein Siregar mengatakan, sekarang penyeberangan Danau Toba sudah bisa diakses lebih aman dan nyaman demi keselamatan. Perubahan sudah jelas tampak setelah peristiwa tersebut.

"Sekarang semua sudah berubah, tidak lagi seperti dahulu, sekarang sudah didata setiap penumpang yang naik, dan pemberian jaket pelampung juga diberikan kepada setiap penumpang yang akan melakukan pelayaran," ucap Kadishub M Zein Siregar, di ruangan, Jalan Imam Bonjol, Polonia, Kota Medan, Selasa (28/8/2018).

BREAKING NEWS: KPK Tangkap 4 Hakim dan Panitera, Ini Penjelasan Humas Pengadilan Negeri (PN) Medan

Sepekan Usai Vonis Meiliana, Hakim Wahyu Prasetyo Wibowo Diciduk KPK

Beredar Foto Diduga Putri Fadli Zon Mabuk Pulang Berpesta Saat Summer Camp

Para penumpang yang akan melakukan penyeberangan dengan menggunakan kapal feri besar dan jenis kayu, sekarang sudah diberikan jaket pelampung demi mengamankan setiap keselamatan.

LIVE STREAMING Kevin/Marcus vs Ardianto/Fajar di Final Bulutangkis Asian Games, Klik di Sini

 3 Hakim PN Medan Ditangkap KPK, Sehari Usai Serahkan Tanah Eks PTPN 74 Hektare ke Mujianto

"Jadi tidak seperti dulu ya, semua sudah berubah, pengaman juga ketat dilakukan tidak ada yang memuat penumpang terlalu banyak seperti dulu," ujarnya.

Gagal Mewujudkan Pernikahan Mewah Mirip Keluarga Kardashian, Perempuan ini Batalkan Pernikahannya

Ayah Bejat dari Serdang Bedagai Ini Tega Cabuli Putri Kandungnya Berkali-Kali 

Penerimaan CPNS 2018 Belum Jelas, Pemprov Sumut Minta Calon Pelamar Bersabar

Sekarang para penumpang sudah tidak lagi perlu khawatir, lantaran sudah ada pemberlakuan jumlah penumpang. Dengan dilarangnya muatan yang berlebihan.

"Para pengusaha kapal kayu sekarang sudah harus patuh dengan peraturan, di mana tidak lagi mementingkan uang demi keselamatan, jadi jumlah yang naik sudah ditentukan, muatan seperti sepeda motor juga sudah terapkan, tidak ada lagi over kapasitas," ucapnya.

Pemberlakukan peraturan ini diberlakukan setelah adanya upaya-upaya keselamatan dengan cara sosialisasi hingga menggelar rapat terkait penyeberangan yang melibatkan steakholder yang terkait.

"Jadi kami sudah sosialisasi, dan dengan seluruhnya, baik itu masyarakat di sana, DPRD, Pemerintah daerah hingga Pusat, menyangkut keselamatan penyeberangan di danau tersebut," katanya

(Cr19/Tribun-Medan.com)

Penulis: Satia
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved