5 Terdakwa Korupsi Alkes RS Djoelham Dituntut, Kajari: Aliran Dana hanya Teddy dan Tuhan yang Tahu

Teddy Low adalah pelaku utama sebagai inisiator proses pengadaan alat kesehatan. Teddy Low yang menghubungkan ke sejumlah pihak.

5 Terdakwa Korupsi Alkes RS Djoelham Dituntut, Kajari: Aliran Dana hanya Teddy dan Tuhan yang Tahu
TRIBUN MEDAN/ Joseph Ginting
Dr Mahim Siregar (kemeja kuning) didampingi pengacara hukumnya saat berbincang dengan Kajari Binjai, Victor Antonius Saragih Sidabutar di Kejari Binjai, Jumat (19/1/2018) sekitar pukul 10.30 WIB. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Lima orang terdakwa kasus korupsi pengadaan al‎at kesehatan pada Rumah Sakit Umum Daerah Djoelham Binjai akhirnya dituntut.

Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum, Victor Antonius Saragih Sidabutar membacakan tuntutan tersebut di Ruang Sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Medan, Kamis (30/8/2018).

Kejari Binjai, Viktor Antonius Saragih menjelaskan kelima terdakwa dimaksud yakni, mantan Direktur Utama RSUD Djoelham dr Mahim Siregar, Suryana Res sebagai Pejabat Pembuat Komitmen, Cipta Depari sebagai Unit Layanan Pengadaan RSUD Djoelham, Suhadi Winata sebagai Ketua Pokja Pengadaan Barang dan Jasa serta Teddy Low sebagai Direktur PT Mesarinda Abadi.

"Ya mereka hari ini sudah dituntut," jelas Victor Antonius, Jum'at (31/8).

Berdasarkan fakta persidangan, kata Victor, Teddy Low adalah pelaku utama sebagai inisiator proses pengadaan alat kesehatan. Teddy Low yang menghubungkan ke sejumlah pihak terkait terjadinya korupsi.

"Dia sebagai pelaku utama, karena dengan inisiatif dia Teddy kepada Kimia Farma dan juga kepada ULP, Pokja, PPK," tegas Kajari Binjai ini.

Dikatakan Kajari hinggd saat ini belum dapat diketahui pasti aliran uang itu ke mana saja. Menurut Kajari, yang mengetahui aliran uang kemana saja hanya Teddy Low. Bahkan, Teddy Low juga yang mengatur penggelembungan harga tersebut.

"Aliran pasti kita belum tahu, hanya Teddy dan Tuhan yang tahu. Karena tidak ditemukan dalam fakta persidangan juga. Namun yang pasti, masuknya melalui Teddy Low," tukasnya.

Sementara, kelima terdakwa masing-masing melalui Kuasa Hukum mengajukan pledoi dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Sontan Sinaga. Pembacaan pledoi ‎akan dibacakan setelah dua pekan dari baca tuntutan.

Teddy Low dituntut 8 tahun 6 bulan penjara, denda Rp250 juta subsider 6 bulan kurungan dengan uang pengganti Rp 4.774.334.262 subsider 3 tahun 9 bulan penjara. Surya Res dituntut 6 tahun penjara denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan. Cipta Depari dituntut 6 tahun penjara denda Rp200 juta subsider 3 bulan penjara, dr Mahim dituntut 5 tahun penjara denda Rp 100 juta subsider 3 bulan penjara dan Suhadi Winata dituntut 1 tahun 6 bulan penjara denda Rp50 juta subsider 3 bulan penjara.

JPU menilai, Teddy Low melanggar Pasal 2 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan keempat terdakwa melanggar Pasal 3. Sedangkan, dua tersangka lainnya belum disidang.

Yakni, Feronica selaku Direktur PT Petan Daya Medica dan Budi Asmoro selaku Kacab ‎Kimia Farma tahun 2012.
Ketujuh tersangka merugikan negara hingga Rp3,5 miliar dari pagu Rp14 miliar yang bersumber dari APBN 2012.

(dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved