Paparan Stafsus Presiden: Menuju Ekonomi Indonesia yang Sehat, Adil dan Mandiri

Kondisi tersebut dibuktikan dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik.

Paparan Stafsus Presiden: Menuju Ekonomi Indonesia yang Sehat, Adil dan Mandiri
TRIBUN MEDAN/NATALIN SINAGA
Staf Khusus Presiden Republik Indonesia bidang Ekonomi dan Pembangunan,Profesor Ahmad Erani Yustika (kiri) dan Direktur PEKP (Pembangunan Ekonomi Kawasan Pedesaan) Kemendesa (kanan) saat berbicang tentang perekonomian Indonesia. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Natalin Sinaga

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Di tengah turbulensi dan ketidakpastian global, pondasi makro ekonomi Indonesia dalam empat tahun terakhir justru dapat dibangun kokoh.

Kondisi tersebut dibuktikan dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik dengan ditopang oleh sektor industri dan investasi.

Tidak hanya itu pertumbuhan ekonomi juga berkualitas yang ditunjukkan oleh pengurangan tingkat penganguran dan kemiskinan.

Staf Khusus Presiden Republik Indonesia bidang Ekonomi dan Pembangunan, Profesor Ahmad Erani Yustika mengatakan membaiknya indikator kesejahteraan, seperti pengangguran, kemiskinan dan ketimpangan ekonomi tidak lepas dari keberpihakan kebijakan yang berorientasi pada keadilan ekonomi.

Hal itu diwujudkan dengan berbagai program efektif yang menyasar pada rakyat, antara lain PKH (Program Keluarga Harapan), KIP (Kartu Indonesia Sehat), KIS (Kartu Indonesia Sehat), Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial (RAPS) serta Dana Desa.

Pada Februari 2018, tingkat penganguran terbuka (TPT) mencapai 5,13 persen. Selain itu dalam satu tahun terakhir (Maret 2017-2018), pemerintah berhasil mengentaskan penduduk miskin sebanyak 1,82 juta jiwa.

"Pertumbuhan ekonomi periode 2015-2018 cenderung stabil dengan tren meningkat. Dari sisi kualitas, pertumbuhan ekonomi 2015 hingga 2018 juga membaik karena disertai dengan penurunan kemiskinan, pengangguran dan ketimpangan ekonomi. Perbaikan ekonomi diperkirakan berlanjut pada 2019 sebesar 5,3 persen," ujar Profesor Ahmad, di Hotel Grand Swiss-Bel, Jalan S. Parman No 217, Medan,
Jumat (31/8/2018).

Ia menjelaskan indikator ekonomi yang sehat bisa dilihat dari rendahnya inflasi. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil juga memberi andil dalam terjaganya infalsi. Target inflasi di dalam RPJMN 2015 hingga 2019 adalah sebesar 4% dan terealisasi 3,35%,3,02%, 3,6% dalam tiga tahun terakhir.

"Pemerintah juga terus melakukan reformasi dan perbaikan tata kelola pembangunan. Upaya tersebut dapat dilihat dari kebijakan fiskal yang kredibel, perbaikan struktur APBN yang lebih produktif dan pro kesejahteraan, membaiknya tata kelola pemerintahan, dan perbaikan kinerja BUMN," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved