Feri KMP Ihan Batak Layani Penumpang di Danau Toba, Sejak Awal Oktober 2018
KMP Ihan Batak awalnya direncanakan melayani penumpang pada liburan Natal dan Tahun Baru 2019, namun rampung lebih awal.
TRIBUN-MEDAN.com-Pemerintah baru merampungkan satu unit kapal berukuruan besar untuk melayani transportasi penyeberangan ke Pulau Samosir, Sabtu (1/9/2018).
Kapal yang diberi KMP Ihan Batak ini dilepaskan ke Danau Toba di Desa Parparean II Kecamatan Porsea Kabupaten Toba Samosir.
Dalam acara pelepasan ini tampak hadir Dirjen Derhubungan Darat, Budi Setiadi, Bupati Tobasa Darwin Siagian, dan Kepala Pengembangan Badan Otorita Danau Toba (BODT), Ari Prasetio.
Budi Setiadi mengutarakan sampai tahun 2020 akan diluncurkan 4 unit kapal penyeberangan sejenis. "Saat ini juga sedang berlanjut fabrikasi 1unit lagi," ujarnya.
Menurutnya kehadiran KMP Ihan Batak ini adalah bentuk komitmen Presiden Joko Widodo yang menjadikan Danau Toba sebagai destinasi pariwisata international.
KMP Ihan Batak ini awalnya direncanakan untuk melayani penumpang pada liburan Natal dan Tahun Baru 2019, namun rampung lebih awal.
"Syukur pada Tuhan, KMP Ihan Batak telah diluncurkan hari ini untuk rute Ajibata-Ambarita Samosir yang direncanakan awal Oktober sudah beroperasi," ujar Arie Prasetyo.
"Semoga dengan kehadiran KM Ihan Batak ini, penyeberangan semakin lancar ke Kabupaten Samosir," tambahnya.
KMP Ihan Batak ini adalah kapal yang bisa memuat kendaraan yang berjalan masuk ke dalam kapal, sehingga disebut sebagai kapal roll on-roll off atau disingkat Ro-Ro.
Oleh karena itu, kapal ini dilengkapi dengan pintu rampa yang dihubungkan dengan moveble bridge atau dermaga apung ke dermaga.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan saat meninjau meninjau pembuatan kapal Jumat (13/7/2018) lalu mengutarakan kapal sejenis akan dibangun empat unit.
“Kita itu mau bikin beberapa kapal. Mungkin ada tiga lagi, jadi empat ya,” kata Luhut seperti dilansir dari situs resmi Kemenko Bidang Kemaritiman.

Bupati Samosir mengutarakan rute Kapal jenis Ro-Ro ini yaitu dari Pelabuhan Ajibata, Kabupaten Tobasa menuju Pelabuhan Ambarita, Kabupaten Samosir.
"Kapal ini akan beroperasi dari Ajibata ke Ambarita," ujar Rapidin Simbolon, Bupati Samosir melalui sambungan telepon kepada Harian Tribun Medan, Selasa (17/6/2018)

Ambarita merupakan nama suatu desa di Kabupaten Samosir yang berdekatan dengan daerah Wisata Tuk-tuk Siadong.
Saat ini pemerintah tengah mempersipakan rancangan untuk membangun pelabuhan besar di desa ini.
Pemilihan daerah Ambarita sebagai lokasi pembangunan pelabuhan besar dimana Kapal Ro-Ro tersebut akan bersandar, untuk mengurangi kepadatan di Tomok.

Dimana asal musim liburan, Tomok akan dilanda kemecatan panjang.
“Kapal jenis Roro ini berkapasitas 300 GT mampu menampung lebih kurang 30 Kendaraan Roda 4,” ujar Rapidin.
Pengerjaan kapal dengan kapasitas 280 penumpang ini dilakukan oleh PT. Dok Bahari Nusantara.

Pondasi untuk pembuatan kapal berikutnya sudah dibuat tepat di samping kapal pertama. Kapal kedua pun sedang dikerjakan persis disebelah KMP Ihan Batak.
Dikutip dari dephub.go.id, ada dua kapal hibah dari Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, masing- masing berkapasitas 40 penumpang dan dapat memuat 6 truk.
Selain kapal penumpang yang bertipe Kapal Feri tersebut, Menko Luhut memaparkan bahwa pihaknya juga akan melakukan pembuatan kapal-kapal dengan ukuran lebih kecil lagi.
Menurut Luhut, ini bertujuan untuk menunjang banyaknya di Bandara Silangit yang semakin meningkat pengunjungnya.
“Yang lebih kecil dari sini kita buat lagi. Tadi kita lagi hitung-hitung, karena di Silangit tiap hari itu sudah daratkan orang sekitar 1300," ujarnya.
"Jadi sudah banyak banget. Tadi pikiran kita 500 penumpang per hari, sekarang itu sudah 1.300 penumpang,” tambahnya.
Nama Ihan Batak
Ihan Batak Ikan Langka
Ihan atau ikan Batak (Neolissochillus Thienemanni sumatranus) adalah ikan endemik di Tanah Batak yang sudah terancam punah dan masuk dalam Red List Status di IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources) dengan kode Ref.57073 sejak tahun 1996.
Ihan Batak berasal dari dari genus Neolissochilus.
Ikan Batak yang dikenal secara umum di dunia perikanan dari genus Tor, memang tampilannya mirip dengan ‘ihan’ genus Neolissochilus, dan memang berasal dari keturunan yang sama yaitu Family Cyprinidae.
Genus Tor dijumpai di berbagai habitat aslinya di Indonesia seperti di Tanah Batak (Sumatera Utara), Sumaetra Barat, Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan, dan mungkin masih banyak ditemukan di daerah lainnya.
Ikan Batak yang dimaksud (genus Tor) bagi orang Batak sendiri dikenal dengan nama dekke Jurung-jurung atau Ikan Jurung. Secara umum Ikan Jurung ini disebut sebagai Ikan Batak karena di tanah Batak lebih lazim digunakan dalam suatu prosesi adat.
Bentuk tubuh ihan Batak memanjang dan ramping, warnanya seperti perak, mengilap. Ada juga jenis bagian punggungnya menghitam.
Ihan Batak sebagai simbol kesuburan dengan harapan kepada keluarga yang diberikan penganan dari Ikan Jurung-jurung ini akan berketurunan banyak, baik laki-laki dan perempuan dan mendapat rejeki sebagaimana perilaku Ikan Jurung-jurung tersebut yang sifat hidupnya membaur beriring-iringan.
Ihan Batak kerap digunakan sebagai sarana brdoa dan makan bersama, misalnya ketika ada acara merayakan kehamilan tujuh bulan (nujuh bulana), atau acara adat ritual pada masayarakat Batak Toba. (*)
(*)