Kasus Suap

Menguak Nama Setya Novanto di Kasus PLTU Riau-1 hingga Tahu Pengaturan Fee

Nama mantan Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) disebut-sebut dalam penyidikan kasus dugaan suap PLTU Riau-1

Menguak Nama Setya Novanto di Kasus PLTU Riau-1 hingga Tahu Pengaturan Fee
ANTARA FOTO/Adam Bariq
Setya Novanto 

TRIBUN-MEDAN.COM - Nama mantan Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) disebut-sebut dalam penyidikan kasus dugaan suap PLTU Riau-1, yang sedang diusut Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK).

KPK menyebut Setya Novanto mengetahui proses pengadaan proyek hingga pengaturan fee terkait dugaan suap PLTU Riau-1.  

Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif menuturkan, dalam kasus yang sama, putra kandung Setya Novanto, Rheza Herwindo, juga memiliki kerja sama dengan tersangka Johannes Budisutrisno Kotjo, pemegang saham perusahaan Blackgold Natural Resources Limited.

"Kita mengetahui bahwa antara perusahaan penyuap (Blackgold Natural Resources Limited) dengan perusahaan (PT Skydweller Indonesia Mandiri), mempunyai kerja sama dan mereka tahu proses-proses, khususnya Pak SN (Setya Novanto), proses pengadaan proyek ini.

 

Diketahui, Setya Novanto beserta Rheza Herwindo telah diperiksa KPK sebagai saksi kasus dugaan suap PLTU Riau-1, Selasa (28/8/2018).

Baca: Ular Raksasa Piton Dikira Baru Telan Manusia, Kondisi Perut Besar saat Ditemukan, Nih Videonya

Baca: Hasil MANCHESTER CITY vs NEWCASTLE UNITED, Raheem Sterling Cetak Gol

Novanto diperiksa dalam kapasitas mantan ketua DPR RI, sementara Rheza Herwindo dalam kapasitasnya sebagai Komisaris PT Skydweller Indonesia Mandiri.

Kasus PLTU Riau-1 dimulai saat KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, di rumah dinas Idrus Marham yang saat itu berstatus sebagai Menteri Sosial.

Tak lama, Eni ditetapkan sebagai tersangka bersama Johannes Budisutrisno Kotjo, pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited.

Eni diduga menerima suap dari kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 di Provinsi Riau, sebesar 2,5 persen dari nilai kontrak.

Belakangan, Idrus ditetapkan sebagai tersangka karena diduga berperan dalam mendorong agar dilakukan proses penandatanganan purchase power agreement (PPA) atau jual beli dalam proyek pembangunan PLTU. (*)

Baca: Bocah 13 Tahun Lulus SD Ngotot Nikahi Siswi SMK, Pernikahan Dini Bikin Heboh Lagi

Baca: Viral, ABG Nekat Berdiri di Pinggir Gedung Lantai 4 Jadi Tontonan, Diduga Ribut sama Pacar

*Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kasus PLTU Riau-1, KPK Sebut Setya Novanto Mengetahui Pengadaan hingga Pengaturan Fee", 

Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved