Sikolatta, Project Mileanials untuk Anak Marjinal
Pada sore yang terik itu, puluhan anak tampak keluar dari sebuah rumah bercat kuning yang berada di Jalan teratai
Penulis: Septrina Ayu Simanjorang |
Laporan Wartawan Tribun Medan/ Septrina Ayu Simanjorang
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pada sore yang terik itu, puluhan anak tampak keluar dari sebuah rumah bercat kuning yang berada di Jalan teratai.
Riuh mereka terdengar menyalam dan mencium tangan ibu dan bapak guru yang mereka sebut Miss bagi perempuan dan Sir untuk laki-laki.
"Miss pulang ya, sir pulang ya" kata mereka yang kemudian dijawab iya oleh para guru mereka yang masih sangat muda ini.
Anak-anak muda itu berasal dari sebuah project sosial yang dinamakan Sikolatta.
Anak muda itupun menyahut sambil berpesan untuk hati-hati di jalan. Beberapa dari mereka memilih tetap duduk dan bercengkrama di depan rumah yang berkuran sekitar 5×10 meter tersebut.
Mereka adalah anak-anak dari kampung Mangkubumi dan Jalan Teratai yang diajar oleh para volunteer dari Dian Bersinar Foundation.
Setiap hari mereka belajar di rumah yang bercat kuning tersebut. Tembok-tembok rumah itupun tampak ramai dengan berbagai lukisan anak-anak yang warna warni.
Rumah itu, tidaklah cukup luas untuk menampung sekitar 60 anak setiap harinya. Mereka diajar les berbagai mata pelajaran secara gratis.
Beberapa dari mereka pun diantar pulang oleh gurunya karena rumah mereka yang berada lumayan jauh dari tempat itu, apalagi mereka harus menyebrang jalan.
Setiap Kamis dan Jumat adalah hari yang istimewa bagi anak-anak Dian Bersinar Foundation. Mereka biasanya kedatangan guru tambahan dari sebuah grup yang dinamakan Sikolatta.
Sikolatta adalah kumpulan empat orang mahasiswa dan mahasiswi. Sikolatta awalnya sebuah project sosial dari sebuah beasiswa yang dihibahkan pada keempat orang tersebut.
Tribun menemui dua dari mereka berempat yang memang berada di Medan dan sedang meneruskan pindidikan, sisanya, ada yang di Aceh dan Laguboti. Mereka adalah Togam Nadeak dan Oktavianna Winda.
"Sikolatta berasal dari bahasa batak, yang artinya sekolah kita. Di sini kami mau merangkul anak-anak kaum marjinal agar dapat terus memperoleh pendidikan yang layak meski dalam kondisi hidup keterbatasan," tutur Okta.
Dalam perjalanan mendirikan Sikolatta banyak kendala yang dihadapi, salah satunya untuk secara langsung menyentuh anak-anak kaum marjinal.
"Jadi kami riset dan coba masuk ke perkampungan, salah satunya kampung Mangkubumi. Ternyata enggak semudah itu bisa menyentuh langsung masyarakat daerah situ," tutur perempuan 22 tahun ini.
Lanjut Okta, mereka meneruskan riset dan bertemu dengan Dian Bersinar Foundation yang ternyata memiliki visi yang sama dan sudah bertahun-tahun mengajar kaum yang sama.
"Jadi sampai sekarang ini, kami bekerja sama, tapi Dian Bersinar Foundation meneruskan mengajar anak-anak tentang pelajaran di sekolah, sedangkan kami ingin mengasah soft skill adik-adik di sini," kata Togam.
Soft skill yang diberikan beragam, mulai menjahit, menggambar, kepercayaan diri, story telling dan beberapa kegiatan lain yang berupa penyuluhan kesehatan anak-anak.
"Dari beasiswa memberikan kami waktu 6 bulan dalam project sosial ini, tapi kami berharap ini bisa berkelanjutan dan bisa membantu anak-anak," kata mereka.
Meski mereka berharap kegiatan sikolatta terus berlanjut, mereka tidak menampik bahwa mereka pun mengalami banyak kesulitan.
"Anak-anak di sini ada dua tipe yaitu dari Mangkubumi dan Jalan Teratai. Mereka memiliki latar belakang berbeda yang akhirnya punya sifat yang berbeda. Kami yang belum berpengalaman sama sekali ini harus mengajar mereka dan itu butuh trik dan kesabaran," kata perempuan yang hobi traveling itu.
Walaupun begitu, mereka akan terus berjuang untuk Sikolatta dan anak-anak di dalamya agar bisa memperoleh masa depan yang jauh lebih baik dari lingkungan mereka.
"Sebagai anak muda, kami mau berikan sedikit apa yang kami miliki untuk membantu mereka. Secara materi kami enggak bisa berbuat banyak, tapi kami harap kehadiran kami, bisa memacu semangat mereka untuk belajar," tutup Okta.
(cr18/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/sikolatta-foto-bersama-anak-anak-dian-bersinar-foundation-setelah-selesai-belajar_20180903_191922.jpg)