Demi Memanjakan Petani, UPT Pembibitan dan Pembenihan Dairi Bekerja Keras Sediakan Bibit Unggul

UPT Pembibitan dan Pembenihan Dinas Pertanian Dairi terus bekerja keras agar dapat menghasilkan bibit unggul

Demi Memanjakan Petani, UPT Pembibitan dan Pembenihan Dairi Bekerja Keras Sediakan Bibit Unggul
Kepala UPT Pembibitan dan Pembenihan Dinas Pertanian Dairi, Jepriel Sinambela menunjukkan bibit tanaman durian di Penangkaran Sidikalang, Rabu (5/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Mustaqim Indra Jaya

TRIBUN-MEDAN.com, SIDIKALANG - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pembibitan dan Pembenihan Dinas Pertanian Dairi terus bekerja keras agar dapat menghasilkan bibit unggul yang menjadi permintaan para petani.

Seperti diketahui, Kabupaten Dairi dikenal memiliki lahan pertanian yang luas.

Beberapa komoditas pertanian khas Dairi yang paling dikenal oleh masyarakat, diantaranya Durian, Jagung dan Kopi.

Kepala UPT Pembibitan dan Pembenihan Sidikalang, Jepriel Sinambela menyebutkan saat ini mereka tengah fokus mengembangkan bibit tanaman Durian varietas unggul sebanyak 5 ribu batang.

"Kami lagi kembangkan bibit Durian Sijantung, ada lima ribu batang. Dijual ke kelompok petani per batangnya Rp 7.500," kata Jepriel yang ditemui di lahan pembibitan Sitinjo, Rabu (5/9/2018).

Menurut Jepriel, harga bibit yang mereka hasilkan sangat membantu para petani, karena harga yang ditawarkan jauh lebih terjangkau dibadingkan dengan bibit yang dibeli dari luar Kabupaten Dairi.

"Tujuan kami supaya mengembalikan minat masyatakat kembali bertani Durian. Kalau petani membeli bibit Durian dari luar Dairi, satu bibitnya bisa mencapai Rp 25.000," sebutnya.

Selain Durian, UPT Pembibitan dan Pembenihan Sidikalang juga berusaha menyediakan bibit jeruk dan alpukat. Meski permintaan petani terhadap bibit jeruk telah berkurang, mereka tetap berusaha menyediakannya.

"Bibit jeruk yang ada di sini, yaitu jeruk lemon, jeruk purut dan jeruk manis serta jeruk sunkis. Tapi masalah lalat buah, buat petani yang menanam jeruk, jauh sudah berkurang dan masyarakat lebih memilih menebang pohonnya," ungkapnya.

Kedepannya, UPT Pembibitan dan Pembenihan Sidikalang berharap tidak hanya sebagai pembeli bibit, namun juga menjadi penghasil bibit komoditas unggulan.

"Ya, saya berharap kedepannya masalah penghasil bibit tidak di kami saja. Petani pun harus mampu, caranya kami memberikan pembinaan. Jadi petani tidak perlu membeli bibit lagi untuk kebutuhannya, tapi juga menghasilkan, praktis keuntungan yang diperoleh juga besar," pungkasnya.

(cr8/tribun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved