Kasus Korupsi KTP

Terkuak, Istri Setnov 'Titip' Rp 5 Miliar ke KPK, Disebut Uang Keperluan Munaslub Golkar

Perjalanan kasus korupsi pengadaan KTP belum tuntas. Meski Setya Novanto mulai dihukum. Sang istri serahkan uang Rp 5 miliar

Terkuak, Istri Setnov 'Titip' Rp 5 Miliar ke KPK, Disebut Uang Keperluan Munaslub Golkar
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Istri Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor 

TRIBUN-MEDAN.COM - Perjalanan kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP belum tuntas.

Mantan Ketua Umum Golkar Setya Novanto lagi menjalani hukuman, tapi aliran dana masih terus ditelusuri Komisi Pemberantasan  Korupsi (KPK).

//

Teranyar, Desti Astriani Tagor‎, istri Setya Novanto, mengaku telah menyerahkan uang Rp 5 miliar kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam keterangannya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (4/9/2018), ‎uang itu sebagai pengganti uang yang diberikan keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi, untuk keperluan Partai Golkar.‎

"Sudah dititipkan ke KPK, saya sendiri yang sampaikan Rp 5 miliar ke KPK," ucap Deisti Astriani Tagor saat bersaksi untuk Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka di kasus dugaan korupsi KTP elektronik.‎

Baca: Saat Ustaz Abdul Somad (UAS) Nasihati Sandiaga Uno lewat Pantun Begini

Pengakuan ini diawali dari ‎pengacara Irvanto Hendra Pambudi, Waldus Situmorang, yang menyatakan kliennya mengaku menerima uang dari pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong, pengusaha di proyek pengadaan KTP elektronik.

Dalam berita acara pemeriksaan (BAP), lanjut Waldus, Irvan Hendra Pambudi mengaku uang tersebut digunakan untuk keperluan musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) Partai Golkar.

‎Dalam kasus ini, ‎Irvanto Hendra Pambudi yang juga mantan Direktur PT Muarakabi Sejahtera, didakwa turut serta melakukan korupsi proyek KTP elektronik yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 2,3 triliun. Dia didakwa bersama-sama pengusaha Made Oka Masagung.

Baca: Rupiah 15.000 Per Dollar, Beda Krisis Ekonomi 1998, Fakta Menurut Ekonom Bank Permata dan BCA

Baca: Saat Ustaz Abdul Somad (UAS) Nasihati Sandiaga Uno lewat Pantun Begini

Keduanya berperan menjadi perantara dalam pembagian fee proyek pengadaan barang atau jasa KTP elektronik untuk sejumlah pihak. Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka juga turut serta memenangkan perusahaan tertentu dalam proyek itu.

Atas perbuatannya, Anang dan Made Oka didakwa melanggar pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. (*)

Baca: Di Mana Soeharto saat Jenderal Diculik, Probosutedjo Ngamuk Pegang 2 Senjata Bikin Ibu Tien Risau

Baca: Roy Suryo Angkat Bicara hingga Sebut Fitnah soal 3.226 Barang Milik Negara Belum Dipulangkan

TAUTAN: Istri Setya Novanto Kembalikan Rp 5 Miliar yang Dipakai untuk Munaslub Partai Golkar ke KPK

Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Warta kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved