Penertiban Pos Polisi, Pengamat Transportasi: Memangnya Dulu Tidak Koordinasi dengan Pemko?

Pengamat transportasi Sukrinaldi mengaku heran atas penertiban Pos Polisi Lalulintas di Jalan Sudirman

Penertiban Pos Polisi, Pengamat Transportasi: Memangnya Dulu Tidak Koordinasi dengan Pemko?
TRIBUN MEDAN / M FADLI TARADIFA
Pembongkaran bangunan pos polisi di Jalan Sudirman, Kamis (6/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Liska Rahayu

TRIBUN-MEDAN.Com, MEDAN - Pengamat transportasi Sukrinaldi mengaku heran atas penertiban Pos Polisi Lalulintas di Jalan Sudirman tepatnya di depan Rumah Dinas Wali Kota Medan.

Pasalnya, ia menilai lokasi tersebut adalah kawasan tertib lalu lintas. Pos Polisi Terpadu memang dibutuhkan di tempat-tempat seperti itu.

"Itu kan kawasan tertib lalu lintas. Memang daerah itu harus ada pos terpadunya. Kalau soal mencuri listrik kan bisa dikoordinasikan dengan Ditlantas. Kalau soal izin dan dibangun di atas trotoar, dulu waktu membangunnya memangnya tidak ada koordinasi dengan Pemko?" katanya, Kamis (6/9/2018). 

Jika memang tidak dibenarkan dibangun Pos Polisi Terpadu, ia mempertanyakan kenapa dulu pos tersebut dibuat. Jika Pemko Medan dan Kepolisian ingin menertibkan semua pos polisi, ia ingin agar tidak ada tebang pilih dalam pelaksanaannya.

"Itu yang di seberangnya kenapa enggak dibongkar? Itu pun iklan yang di depan pos itu dibangun di atas trotoar? Kenapa enggak dirobohkan? Apa karena dapat PAD makanya tidak dirobohkan? Tidak bolehlah begitu," katanya. 

Menurutnya, adanya Pos Polisi Terpadu justru berguna bagi kelancaran lalu lintas. Polisi dan Dinas Perhubungan bisa saling koordinasi di pos polisi. Dikatakannya, tidak perlu lagi running text untuk menumbuhkan kesadaran berlalulintas bagi masyarakat. Karena Dishub dan petugas polantas bisa terjun langsung memantau lalu lintas.

"Dulu kan dibangun itu diketahui wali kota. Tidak dibiar-biarkan begitu saja. Dulu bagaimana koordinasinya? Kenapa baru sekarang dirobohkan? Lebih fatal lagi kalau daerah itu nanti jadi arena balap liar. Dulu Jalan Sudirman itu kan jadi arena balap liar," jelasnya.

Dengan adanya pos polisi, ia mengatakan, orang-orang yang ingin melakukan balap liar akan berpikir ulang, karena mengira ada petugas di dalam pos. Selain itu, para pelaku tindak kejahatan pun tidak berani melakukan tindak kejahatan.

Sukrinaldi pun mengatakan, jika ingin merobohkan semua pos polisi, maka silakan saja. Namun, harus ada solusi yang diberikan. Karena dengan adanya petugas di dalam pos polisi saja masyarakat tidak tertib berlalu lintas.

Halaman
12
Penulis: Liska Rahayu
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved