Rupiah Melemah, Pengamat Ekonomi: Harga Kebutuhan Pokok Masih Normal

Pengamat Ekonomi Sumut Gunawan Benjamin menilai saat ini harga-harga kebutuhan pokok masih normal.

Rupiah Melemah, Pengamat Ekonomi: Harga Kebutuhan Pokok Masih Normal
Seorang pedagang ayam sedang melayani pembeli di Pasar Sikambing, Kamis (6/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Liska Rahayu

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pengamat Ekonomi Sumut Gunawan Benjamin menilai saat ini harga-harga kebutuhan pokok masih normal.

Ia mengatakan, meski terjadi pelemahan terhadap Rupiah, namun saat ini dampaknya masih belum terlihat.

"Berdasarkan hasil pantauan, dampak pelemahan Rupiah belum terlihat terhadap harga sejumlah kebutuhan pokok. Saat ini, harga masih normal," katanya, Kamis (6/9/2018).

Menurutnya, semua masih terpantau stabil. Kendati demikian, ia mengatakan, bahan kebutuhan pokok yang paling berpotensi naik adalah bawang putih dan kedelai. Karena sebesar 95 persen bawang putih dihasilkan dengan cara impor.

"Meskipun begitu, harga bawang putih sejauh ini masih terbilang normal di kisaran Rp 24 ribu per kilonya," katanya.

Kacang kedelai, kata dia, memang mengalami kenaikan. Sebelumnya seharga Rp 6000 per kilo hingga saat ini menjadi Rp 8000 per kilonya.

"Dampak kenaikan secara tidak langsung berpeluang terjadi sebenarnya, khusus pada makanan mie instant atau sejumlah produk dari ayam. Akan tetapi sejauh ini belum terlihat sama sekali," jelasnya.

Pelemahan Rupiah sangat potensial menambah mahal harga pakan ternak, kenaikan pada jenis obat-obatan hingga gandum dan tepung. Namun, ia melihat dal waktu dekat sekalipun belum terlihat adanya peluang kenaikan tersebut.

"Inflasi juga masih akan sesuai dengan sasaran target Bank Indonesia," pungkasnya.

(cr5/tribun-medan.com)

Penulis: Liska Rahayu
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved