Koalisi Masyarakat Adat dan USU Gelar Workshop Percepatan Perda Pengakuan Masyarakat Adat

elemen tersebut terdiri dari, KSPPM, AMAN Tano Batak, AMAN Sumut, BPRPI, Perempuan AMAN Sumut, PB AMAN.

Koalisi Masyarakat Adat dan USU Gelar Workshop Percepatan Perda Pengakuan Masyarakat Adat
TRIBUN MEDAN/HO
Elemen tersebut terdiri dari, KSPPM, AMAN Tano Batak, AMAN Sumut, BPRPI, Perempuan AMAN Sumut, PB AMAN. 

Menurutnya, kegiatan workshop itu sangat penting untuk memastikan suara masyarakat adat masuk ke dalam Naskah Akademik dan Ranperda Pengakuan dan Tata Cara Pengakuan, Perlindungan dan Pemenuhan Hak Masyarakat Adat.

" Semuanyasedang disusun oleh tim ahli dari Universitas Sumatera Utara," katanya.

Sementara itu Dr Rosnidar Sembiring, Tim Ahli dari Fakultas Hukum - USU mengatakan, pemaparan yang disampaikan oleh para perwakilan komunitas menunjukkan bahwa Masyarakat Adat di Sumatera Utara masih ada dan masih hidup.

"Selanjutnya tim ahli dari Universitas Sumatera Utara akan melakukan kunjungan ke wilayah-wilayah komunitas Masyarakat Adat untuk mematangkan informasi yang telah mereka terima dari perwakilan komunitas Masyarakat Adat dalam Workshop ini," ungkapnya.

Ia berharap Perda Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Adat di Tingkat Provinsi Sumatera Utara dapat lahir sebelum tahun 2018 berakhir. 

(gov/tribun-medan.com)

Penulis: Fatah Baginda Gorby Siregar
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved