Political Entrepreneuship Bentuk Mahasiswa Bebas Berkreatifitras di Segala Bidang

Ada keinginan departemen semacam lembaga diskusi baru dan kajian, membentuk kreatifitas anak politik di luar bidang politik

Political Entrepreneuship Bentuk Mahasiswa Bebas Berkreatifitras di Segala Bidang
Tribun Medan / Nanda Rizka S Nasution
Satu kegiatan Political Entrepreneurship adalah pendidikan politik yang digelar di sekolah. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Nanda Rizka S Nasution

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Lulusan ilmu politik, dalam benak setiap orang akan menjadi anggota dewan, pengamat, konsultan atau tenaga pengajar. Ingin menghadirkan hal yang berbeda dalam mindset anak politik, didirikanlah Political Entrepreneuship (PE) sebagai lembaga kajian baru di bawah Departemen Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (USU).

"Ada keinginan departemen semacam lembaga diskusi baru dan kajian, membentuk kreatifitas anak politik di luar bidang politik," jelas Ketua Umum PE Daffa Riyadh Azis saat ditemui di FISIP USU, Kamis (13/9/2018) .

Untuk itu, kegiatan lembaga yang didirikan pada 28 November 2017 adalah seputar business plan, even organizer, dan membahas isu berkembang.

"Kita pernah garap event dari Kominfo, International Conference on Politik Islamic Development," ungkap Daffa.

Baru-baru ini PE bekerja sama dengan platform sosial di Kota Medan buat seminar meningkatkan partisipasi anak muda dalam politik. Mereka juga sebagai event organizer beberapa seminar nasional, Rapat Kerja wilayah (Rakorwil) Himpunan Mahasiswa Politik (Himapol) Indonesia, hingga berkolaborasi dengan University Sains Malaysia untuk mengadakan Asean Summit Meeting di Kuala Lumpur.

Hal yang ditanamkan Daffa ke anggota PE adalah bekerja tidak dasar atas uang.

"Kita ingin memberikan opsi. Tamat mau jadi apa nih. Anak politik, tamat, gak selalu jadi anggota DPR atau bekerja dalam politik praktis," ujarnya.

Mahasiswa Ilmu Politik stambuk 2015 ini juga menjelaskan di PE diajarkan untuk mengatur waktu, bagaimana cara anggota menyukai pilihan mereka sekarang, dan menumbuhkan kesadaran sosial.

Kesal Pesanan Gak Kunjung Datang, Kepala Pelayan Ini Terluka Dilempar Pembeli Pakai Gelas

Anggun C Sasmi Tegur Armand Maulana saat Celetuk soal Baru Nikah di Acara Pencarian Bakat

 Ibu Muda Bunuh Diri Bareng Anak Usia 3 Tahun Usai Live Facebook, Ini Penjelasan Kapolsek AKP Wagito

Pilih Jokowi atau Prabowo? Pesan Ustaz Abdul Somad (UAS) dan Jawaban Terbaru soal Pilpres 2019

"Kita ingin kasih mereka (para anggota) mencoba cintai politik. Kita kasih kegiatan, berkreasi, membuat mereka enggak bosan. Kuliah bukan hanya kampus terus pulang," imbuh Daffa.

Propam Gelar Test Urin Dadakan untuk Personel Satresnarkoba Polrestabes Medan, Ini Hasilnya

 Jalur Layang Kereta Api Pertama di Sumut Ditargetkan Selesai di Akhir Desember 2018

PE di umur yang belum genap 1 tahun, menurut Daffa banyak mendapatkan tawaran menangani beberapa event besar. Namun, masih banyaknya program kerja yang belum terlaksana membuat Daffa dan kawan-kawan menolak kerja sama tersebut

Halaman
123
Penulis: Nanda Rizka Nasution
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved