Dua Oknum Polisi yang Diduga Melakukan Pungli Diperiksa Propam Polrestabes Medan

Kita sudah amankan dua personel tersebut. Saat ini kita sedang lakukan pemeriksaan, mengumpulkan alat bukti dan selanjutnya akan kita sidangkan

Dua Oknum Polisi yang Diduga Melakukan Pungli Diperiksa Propam Polrestabes Medan
Tribun Medan / M Andimaz Kahfi
Kasi Propam Polrestabes Medan, Kompol M Arifin memperhatikan jalannya pemeriksaan terhadap Aiptu Derman Bako dan Brigadir M Situmorang yang dilakukan Propam Polrestabes Medan. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Beredar luasnya video dua oknum polisi SPKT yang diduga melakukan pungutan liar (pungli), langsung direspon dengan cepat oleh Polda Sumut. 

Kedua petugas tersebut langsung diperiksa oleh Propam Polrestabes Medan. Kasi Propam Polrestabes Medan, Kompol M Arifin membenarkan bahwa kedua oknum bernama, Aiptu Derman Bako dan Brigadir M Situmorang yang bertugas di SPKT Polsek Percut Seituan, sudah diamankan di Polrestabes Medan.

"Kita sudah amankan dua personel tersebut. Saat ini kita sedang lakukan pemeriksaan, mengumpulkan alat bukti dan selanjutnya akan kita sidangkan," kata Arifin, Sabtu (15/9/2018).

Ia menambahkan, bahwa saat ini penyidik masih mencari tahu kebenaran kabar tersebut. Namun bila terbukti akan diberikan sanksi tegas terhadap kedua oknum polisi itu, berupa sidang disiplin dan kode terhadap kedua anggota itu.

"Kami dari pihak Polri mohon maaf atas tindakan tidak terpuji kedua dari kedua oknum tersebut dan mengimbau seluruh anggota Polri khususnya Polrestabes Medan, untuk tidak mengulangi hal tersebut. Karena bila kedapatan akan kami tidak tegas sesuai aturan yang berlaku," tegas Arifin.

Lebih lanjut, apakah benar uang itu diambil atau tidak oleh kedua oknum polisi itu, Arifin menjelaskan saat ini masih terus didalami. Karena hasil sementara si polisi sepertinya tidak minta uang, namun yang memvideokan terus menawarkan untuk memberikan imbalan uang.

"Jadi mereka ngomong dalam bahasa Batak, kalau kita artikan secara singkat perempuan itu bilang, berapanya uang buat laporan dan dijawab oleh petugas tidak ada uang membuat laporan. Tapi terus ditanya dan ditanya berapa yang harus diberikan, hingga akhirnya uang diletakkan diatas meja. Tapi oknum itu tidak ada mengambil," ungkap Arifin.

Namun dugaan pungli tersebut dibantah oleh ke dua polisi tersebut. Menurut keterangan dari Aiptu Bako dan Bripka M Situmorang, bahwa pada (16/7/2018) sekitar pukul 17.30 WIB datang masyarakat atasnama Roida Tampubolon bersama anaknya untuk membuat laporan pengaduan terkait kasus penganiyaan dan pengerusakan pagar milik Sirait.

Selanjutnya Roida menawarkan biaya buat pengaduan, lalu Aiptu Derman mengatakan suka hatimulah. Akan tetapi Roida tetap memaksa Derman dan akhirnya Roida meletakkan uang sebesar Rp 20 ribu di atas meja dengan pecahan Rp 10 ribu sebanyak 2 lembar dan selanjutnya Bripka Situmorang memberikan uang Rp 20, namun Roida pergi meninggalkannya.

Halaman
1234
Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved