Advertorial
60 Tahun Perguruan Katolik Yayasan Seri Amal Mengabdi untuk Negeri
Selama 60 tahun atau 6 dasawarsa mengabdi untuk negeri. Inilah kali pertama, Perguruan Katolik Yayasan Seri Amal
Guru Terus Menggali Bakat, Potensi, Kebaikan dan Cinta Peserta Didik
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Selama 60 tahun atau 6 dasawarsa mengabdi untuk negeri. Inilah kali pertama, Perguruan Katolik Yayasan Seri Amal, membuat acara syukuran ulang tahunnya secara meriah.
"Setelah terus-menerus memikirkan pengembangan, perayaan ulang tahun ini dirasa perlu untuk mengenang dan mensyukuri 60 tahun Yayasan Seri Amal mengabdi di Medan," ungkap Ketua Yayasan Seri Amal Medan, Sr Gerarda Sinaga KSSY (Kongregasi Suster Santo Yosef).
Tema yang diangkat adalah Enam Puluh Tahun Mengabdi untuk Negeri. Tema ini menggambarkan bentuk perjuangan kemanusiaan Yayasan Seri Amal untuk membangun bangsa dalam pemulihan citra Allah atau Imago Dei di bidang pendidikan.
"Kami percaya, pada dasarnya sejak menusia diciptakan, Tuhan sudah menganugerahkan bakat, potensi, kebaikan, dan cinta. Inilah yang kami usahakan untuk terus digali. Kemudian dikembangkan lewat pendidikan akademik dan non akademik," tutur Suster Gerarda.
Dalam perayaan ulang tahun yang ke-60 ini, YSA melakukan beberapa kegiatan, yaitu pekan olahrga dan seni (porseni) antar sekolah, olimpiade sains, lomba pembuatan buku digital, eco-camp, orasi lingkungan, dan puncak perayaan. Acara puncak akan digelar pada 6 Oktober 2018 di Pardede Hall, Jalan TD Pardede, Medan.
Perguruan Katolik Yayasan Seri Amal mengelola beberapa sekolah yang tersebar di berbagai lokasi Sumatera Utara. Bukan hanya di Sumut, Yayasan Seri Amal telah mendirikan sekolah di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, dan berencana segera mendirikan sekolah juga di Papua, pulau paling timur Indonesia.
Menurut Ketua Panitia Ulang Tahun Ke-60 Yayasan Seri Amal, Ir Ramses Simbolon Msc, dalam perayaan ulang tahun ini, Yayasan Seri Amal tetap ingin mengimplementasikan 5 values (nilai) dasar sekolah. "Selain kami terapkan dalam pembelajaran di sekolah setiap hari, 5 values tersebut akan membungkus seluruh kegiatan perayaan ini," tutur Ramses Simbolon.
Lebih jauh dijelaskan Ramses yang juga sebagai anggota DPRD Sumatera Utara, 5 nilai tersebut adalah pertama, prolife, yaitu menghargai kehidupan dengan peduli pada lingkungan.
Kedua, empowering atau pemberdayaan SDM melalui training, workshop, seminar, dan lainnya.
Ketiga, compassion atau belarasa yakni memiliki perasaan empati.
Keempat, honesty atau kejujuran dalam seluruh sisi kehidupan baik perkataan dan perbuatan. Dan kelima, trust and worthy atau keberimanan dan kepasrahan sehingga menjadi jati diri yang beriman dan bisa dipercaya.
Untuk memulai rangkaian ulang tahun ke-60 Yayasan Seri Amal, Selasa (11/9/2018), dilakukan pembukaan acara ulang tahun yang dilaksanakan di kompleks Santo Ignasius, Jalan Karya wisata, Medan Johor. Dalam acara pembukaan tersebut diisi oleh ucapan selamat dari Pemerintah Kota Medan, yang diwakili Kabag Organisasi dan Tatalaksana Setda Kota Medan Drs Albon Sidauruk.
"Saya mewakili bapak wali kota menyampaikan ucapan selamat ulang tahun bagi Yayasan Seri Amal Medan. Selama ini yayasan ini sudah terbukti mampu memberikan kemajuan dalam dunia pendidikan," tutur Albon.
Setelah itu dilaksanakan pelepasan 60 balon yang menggambarkan 60 tahun yayasan tersebut berdiri. Pelepasan balon ini dilakukan langsung Ketua Yayasan didampingi oleh ketua panitia, dan suster KSSY lainnya. Suara serine dibunyikan Albon Sidauruk.
Laksanakan Aneka Pertandingan
Rangkaian memperingati Ulang Tahun Ke-60 Yayasan Seri Amal Medan diisi antara lain perlombaan dan pertandingan. Saat itu, ditandai dengan penyerahan bola kepada Koordinator Seni Pertandingan Drs Marugan Sim bolon sebagai lambang resmi dimulainya rangkaian kegiatan perayaan ulang tahun yayasan.
Kegiatan lomba melibatkan siswa dan siswi di seluruh sekolah yang bernaung di bawah YSA dari TK hingga SMA. Perlombaan tersebut akan diadakan dalam bidang olahraga berupa senam, bola voli, futsal, bulu tangkis, lomba lari, lompat jauh, dan basket.
"Dalam perlombaan seni ada lomba menari tradisional dan modren, ansambel, dan lomba vokal. Selain itu, akan diadakan pula olimpiade dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Untuk SMA akan dilaksanakan dengan mata pelajaran Alam dan Sosial," tutur Marugan Simbolon.
Menurut Marugan akan diadakan juga perlombaan dalam bidang bahasa berupa bercerita dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris, pidato, dan lomba karya ilmiah. Kegitan lomba bahasa ini akan melibatkan seluruh tingkat pendidikan dari TK hingga SMA.
Uniknya, tidak murid murid saja yang bertanding. Guru guru di sekolah ini pun dilibatkan dalam perlombaan. Yaitu pembuatan buku digital kebutuhan pembelajaran satu semester oleh guru guru SD, SMP, dan SMA.
Selain itu, ada pula lomba eco camp. Seperti recycle (daur ulang) sampah dan drama lingkungan hidup. Lingkungan menjadi satu fokus yayasan sejak dulu. Sesuai dengan salah satu nilai-nilai YSA yakni prolife.
"Di seluruh sekolah kita membuda yakan anak anak untuk selalu membawa wadah makanan dan minuman dari rumah. Di sekolah disediakan galon air dan jika jajan di kantin harus membawa wadah sendiri," ungkap Ketua Yayasan Seri Amal Medan, Sr Gerarda Sinaga KSSY (Kongregasi Suster Santo Yosef).
Bahkan, di kompleks sekolah Santo Ignasius akan sangat susah menemukan tempat sampah. Karena penggunaan sampah yang sangat diminimalisir.
"Bumi pasti akan hancur suatu saat. Tapi bagaimana agar kita bisa memperlambatnya, agar kita juga bisa hidup nyaman di dalamnya, itu lah yang kita harapkan," ungkap, Suster Gerarda.
Atas dasar ini pula, maka dalam rangkaian ulang tahun ini juga akan diadakan orasi lingkungan pada 23 September nanti di Lapangan Benteng. Dalam orasi tersebut juga akan ada acara mengutip sampah bersama murid-murid.
Wujud Spiritualitas Suster KSSY
Yayasan Seri Amal Medan awalnya terbentuk dari Kongregasi Suster Suster Santo Yosef (KSSY). Dalam Konstitusi KSSY pasal 5 tentang pelayanan pendidikan formal, diharapkan perlu memberi perhatian terhadap pendidikan dan pengajaran kepada kaum muda.
Implementasi Konstitusi tersebut, KSSY mulai mengelola sekolah yang ditujukan untuk anak anak keturunan India pada 1953, yakni TK Fajar dan Sekolah Kejuruan bagi Anak anak Putri (SKP) yang berganti nama menjadi SMP Putri Cahaya.
Sejak saat itu, KSSY meneruskan karya pelayanan hingga ke Parsoburan, Kabupaten Toba Samosir, dengan mendirikan SMP Kusuma Bangsa yang saat ini menjadi SD Santo Pius. Kemudian sekolah kostum bagi gadis-gadis yang dinamakan SKP Kartini, sekarang bergantu nama menjadi SMP Kartini.
Untuk menangani sekolah sekolah tersebut, dibentuklah sebuah yayasan yang diberi nama Yayasan Seri Amal. Yayasan ini kemudian dinotariskan pada 7 Oktober 1958 denga motto 'Quaerite Veritatem', artinya Carilah Kebenaran.
"Pembentukan YSA ini sebagai perwujudan spiritualitas KSSY melalui dunia pendidikan. Jadi meskipun kami merayakan ulang tahun yang ke 60, sebenarnya pelayanan kami, sudah lebih dari 60 tahun," tutur Sr Gerarda Sinaga KSSY.
Sesudah terbentuk, YSA kemudian mendirikan Sekolah Dasar Santo Yosef di Sidikalang, Kabupaten Dairi, pada 10 Juli 1965, Taman Kanak kanak Santa Maria pada 1976, SMA Cahaya 5 April 1979, SMA Cahaya 2 Sidikalang 1984 yang sejak 1993 berganti nama menjadi SMA Santo Petrus.
Melihat pertumbuhan penduduk dan banyaknya keluarga baru di JaIan Karya Wisata, Medan Johor, maka pada 1997 YSA mulai menggandeng anak-anak dengan mendirikan beberapa sekolah. Dimulai dengan pembukaan SD Santo Ignasius lalu dua tahun berikutnya TK Santo Ignasius.
"Pada tahun 2008, KSSY membuka SMP dengan nama yang sama namun kurikulumnya berbasis entrepreneurship, disusul SMA Santo Ignasius dua tahun kemudian," ungkap Suster Gerarda.
Sayap pelayanan KSSY tidak hanya menaungi pendidikan di Sumatera Utara. Melalui Kapitel Umum (Rapat Akbar Kongregasi), ber-dasarkan permintaan Uskup Palangkaraya, Pimpinan Kongregasi menyetujui pembukaan komunitas baru di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
"Awalnya berbentuk Tempat Penitipan Anak atau TPA. Berdasarkan permintaan orang tua, beberapa tahun kemudiaan didirikanlah PAUD Santo Yosef Palangkaraya pada Mei 2017," ungkapnya.
Permintaan pembukaan komunitas KSSY juga datang dari Paroki St. Paulus Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, Sumut. Pada Januari 2018 sudah diadakan peletakan batu pertama dan Juli 2018 resmi menerima siswa baru di sekolah yang diberi nama TK Santo Yosef di Jalan Lintas Besitang, Bukit Kubu Langkat.
Suster Gerarda Sinaga KSSY
Lepas Peluang Bankir, Pilih jadi Biarawati
Umur tidak boleh membatasi seseorang untuk terus belajar dan mengupgrade Itulah yang dikatakan oleh Ketua Yayasan Seri Amal Medan, Suster Gerarda Sinaga KSSY.
Cita-citanya menjadi suster dimulai di tahun 1983. Setelah menamatkan sekolahnya di SMA Negeri 1 Pangururan, Kabupaten Samosir, perempuan kelahiran 1974 ini menjadi calon suster di tahun 1994.
Meskipun saat itu ia diterima bebas testing ke Jurusan Perbankan Universitas Sumatera Utara, ia lebih memilih menjadi biarawati Katolik daripada peluang menjadi bankir. la kemudian memulai pendidikan sarjananya di Jurusan Bahasa Inggris FKIP Universitas Nomensen Siantar, tahun 1999.
"Setalah lulus, saya menjadi guru di SMP Kartini Parsoburan selama 5 tahun dan kemudian menjadi guru dan kepala sekolah di SLB A Karya Murni," ungkapnya.
Perjalanannya menjadi guru SLB sejak 2008 hingga 2012 tidaklah mudah. Mengajar anak anak tunanetra mewajibkannya untuk belajar membaca huruf braile juga. Selain itu dia harus bisa membuat anak anak itu percaya padanya agar mau belajar.
Tahun 2010, Sr Gerarda meraih gelar guru prestasi tingkat nasional. Ia diundang ke Istana. Lalu kemudian ia menjadi kepala sekolah SLB tersebut.
Selama 6 tahun terakhir, Sr Gerarda mengabdikan diri menjadi Ketua Yayasan Seri Amal Medan. Ia mengajak guru-guru di yayasan tersebut untuk terus belajar dan mengupgrade diri.
"Anak anak sekarang itu pintar sekali. Gadget sangat mempengaruhi mereka untuk cepat mendapat informasi. Jadi sebagai guru juga harus belajar internet.
Biar bisa lebih cepat berbagi informasi ke anak didik," katanya.
Tahun lalu, Sr Gerarda baru meraih gelar magisternya di Jurusan Manajemen Universitas Nomensen Medan. Hingga saat ini, Sr Gerarda tetap memegang prinsip hidup yang sama sedari dulu.
"Hidup harus maksimal. Dalam melakukan apa pun, baik tugas,beriman, pola hidup, tidak boleh tanggung-tanggung. Selain itu, selama hidup yang singkat ini, saya rasa kita semua harus bisa memberikan dampak yang baik untuk orang lain," ujar Suster Gerarda.
Kelola Sekolah Sampai ke Kalimantan Perguruan Katolik Yayasan Seri Amal Medan Alamat: Jalan Hayam Wuruk 11, Kota Medan, Sumatera Utara Telepon: (061) 453329 Mengelola sekolah-sekolah sebagai berikut:
Medan Jalan Hayam Wuruk
1. TK Fajar
2. SD Santo Antonius 1
3. SD Santo Antonius 2
4. SMP Putri Cahaya
5. SMA Cahaya
Jalan Karya Wisata Medan Johor Sidikalang
1. TK Santo Ignasius
2. SD Santo Ignasius
3. SMP Santo Ignasius
4. SMA Santo Ignasius
Sidikalang
1. TK Santa Maria
2. SD Santo Yosep
3. SMP Santo Paulus
4. SMA Santo Petrus
Parsoburan
1. SD Santo Pius
2. SMP Kartini
Besitang
1. PAUD Santo Yosep
2. SD Santo Yosep
Palangkaraya
PAUD Santo Yosep
TESTIMONI
Asisi Simatupang (Siswi Kelas 10 SMA Santo Ignasius Medan)
Kebiasaan untuk membawa kotak makan sendiri membuat kami terbiasa untuk meminimalisir sampah. Semoga semakin ke depan kami semakin menjadi anak anak yang bisa menghemat sampah plastik.
Masria Silalahi (Siswi Kelas 11 SMA Santo Ignasius Medan)
Kami diajarkan untuk buang sampah dan mengolah sampah. Apalagi memang sekolah kami berbasis entrepreuner. Jadi kami diajarkan untuk bikin project daur ulang sampah. Hasilnya bisa kami jual dan menghasilkan uang.
Sonny Maria Simanjuntak (Orang Tua Siswa TK Santo Ingnasius)
Anak saya yang sekolah di sini diharuskan membawa kotak makanan dan minuman. Lalu anak saya juga diajarkan untuk tidak membuang sampah sembarangan. Kebiasaan itu tumbuh pada dirinya. Jadi kalau di rumah pun dia tahu buang sampah pada tempatnya. Dan jika dia melihat ada orang lain buang sampah sembarangan, dia langsung protes.
Ika Violetta (Guru SMA Cahaya Medan)
Selamat ulang tahun untuk Yayasan Seri Amal Medan. Selama mengajar di sini saya belajar kepedulian pada lingkungan. Tidak boleh buang sampah sembarangan dan jika ada sampah harus diambil meskipun itu bukan miliki kita. Inilah yang harus kami contohkan kepada anak anak.
Olga Melisenta (Siswi kelas 12 SMA Cahaya Medan)
Di sekolah kami diajarkan disiplin. Kami juga diajarkan kepedulian pada lingkungan dan tidak boleh apatis. Harus selalu senyum, sapa, dan salam pada guru guru dan suster suster. Senanglah selama sekolah di sini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/yayasan-seri-amal-medan-menggelar-acara-pembukaan-di-kompleks-st-ignasius-jalan-karya-wisata_20180917_180140.jpg)