Kepling Terciduk OTT Pungli Warga Saat Urus Tanah Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Kepling yang kepergok lakukan pungli warganya hanya terdiam dan tertunduk lesu saat kasus OTT Kepling di Mapolrestabes Medan

Kepling Terciduk OTT Pungli Warga Saat Urus Tanah Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara
TRIBUN MEDAN / M FADLI TARADIFA
Kapolrestabes Medan menunjukkan barang bukti berupa uang Rp 30 juta dari kasus OTT Kepling, Senin (17/9/2018). 

Laporan wartawan Tribun Medan / M Fadli

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Kepling yang kepergok lakukan pungli warganya hanya terdiam dan tertunduk lesu saat kasus OTT Kepling di Mapolrestabes Medan, Senin (17/9/2018).

Pelaku OTT kepala lingkungan 10 Kelurahan Pangkalan Mansyur, Kecamatan Medan Johor bernama Kamaruddin Kaloko (55).

Ia diamankan personel Polsek Delitua pada Jumat (7/9/2018) lalu, karena diduga melakukan pemerasan kepada korban yang mendapat ganti rugi pelebaran Jalan Karya Wisata.

Dirinya diamankan di rumah makan SOP kambing yang berada di Jalan Jendral AH Nasution, Kelurahan Pangkalan Mansyur, Kecamatan Medan Johor oleh petugas.

Namun kasus tersebut diambil alih oleh polrestabes Medan. Pada saat paparan yang dibawakan langsung Kapolrestabes Medan, Kombes Dadang Hartanto didampingi kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha menjelaskan, pihaknya berhasil mengamankan oknum Kepling yang diketahui bernama Kaloko berdasarkan surat laporan LP/819/IX/2018 Polrestabes Medan Tanggal 7 September 2018.

"Kami melakukan penangkapan terhadap pelaku yang memaksa untuk meminta sejumlah uang untuk dirinya sendiri. Ia kami jerat dengan pasal 12 huruf e Undang - Undang RI Nomor 31 Tahun
1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang
Perubahan atas Undang-undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman 15 tahun kurungan," ujar Dadang, Senin (17/9/2018).

Dari tangan pelaku polisi amankan uang tunai Rp 30 juta, buku tabungan Bank Sumut Cabang Utama Medan
atasnama Roger Taruna, saru unit handphone merk Nokia warna putih.

Bahwa awalmulanya proyek pelebaran Jalan Karya Wisata sepanjang 1 KM. Tanah milik terkena pelebaran sepanjang 22 meter. Korban mendapat ganti rugi dari anggaran pemerintah daerah sebesar Rp 320 juta.

"Disitu ada upaya pemaksaan untuk menyerahkan sejumlah uang. Awalnya minta separuh separuh. Karena buku tabungan ditahan korban dipelaku. Setelah uang tersebut cair, pelaku memaksa untuk meminta Rp 30 juta," kata Dadang.

Pada saat menyerahkan sejumlah uang. Pelaku diringkus oleh petugas.

"Kalau untuk pelaku, baru satu yang kami amankan dan masih melakukan pendalaman. Karena kami baru memanggil beberapa saksi, yakni lurah dan camat. Korban yang melapor kepada kami baru satu. Kami berharap jika ada korban lainnya yang mendapat kejadian sama, untuk segera melapor," kata polisi dengan melati tiga dipundaknya.

(cr3/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved