Breaking News:

News Video

WAHH! Kapal Danau Toba Beroperasi Kelebihan Muatan, tak Belajar dari Tragedi KM Sinar Bangun?

Kejadian memilukan, tenggelamnya KM Sinar Bangun, ternyata belum dijadikan pembelajaran atau evaluasi oleh pemerintah

Tribun Medan/Arjuna Bakkara
Kapal pengangkutan trayek Sigapiton-Ajibata saat hendak sandar di Pelabuhan Ajibata, Tobasa, Minggu (16/9/2018) petang. Kapal tersebut kelebihan penumpang dan tidak dilengkapi alat-alat standard keselamatan yang memadai. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Arjuna Bakkara

TRIBUN-MEDAN.COM, AJIBATA - Kejadian memilukan, tenggelamnya KM Sinar Bangun, ternyata belum dijadikan pembelajaran atau evaluasi oleh pemerintah maupun pengusaha kapal di Danau Toba.

Pantauan www.tribunmedan.com di Pelabuhan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), masih banyak kapal yang beroperasi dengan kelebihan muatan.

Kapal yang berangkan dari Desa Sigapiton, Tobasa, menuju Pelabuhan Ajibata misalnya, akibat kelebihan muatan lambung kapal tersebut seolah terbenam dari permukaan air Danau Toba.

Tonton videonya;

Ayo subscribe channel YouTube Tribun MedanTV

Baca: Tragedi KM Sinar Bangun, Sulaiman: Mayat yang Sudah Puluhan Tahun Pun Dicari, Apalagi Masih Segar!

Baca: KM Sinar Bangun Terbalik, JR Saragih: Over-Kapasitas Kapal Bukan dari Simalungun, tapi Samosir

Baca: Detik-detik Korban KM Sinar Bangun Berjuang Raih Pelampung Kapal Penolong! Ini Videonya

Ketidaktaatan pengusaha kapal dan lemahnya pengawasan petugas Dinas Perhubungan di pelabuhan menjadi bukti ketidakseriusan pemerintah mendukung keselamatan di Danau Toba.

Sebagian kapal-kapal juga tidak dilengkapi standard keselamatan.

Pelampung yang harusnya tersedia di dalam kapal belum memadai.

Bahkan, penumpang belum dibekali bagaimana menyelamatkan diri jika terjadi kondisi darurat oleh pihak berwenang. (*)

TONTON VIDEO LAIN;

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Hendrik Naipospos
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved