Edy Rahmayadi Pastikan Pecat Aparatur Sipil Negara Berstatus Narapidana Korupsi

Kalau memang sudah divonis, kita akan pecat semua yang terlibat tersebut, dan tidak ada lagi yang melakukan korupsi di bawah pimpinan saya

Edy Rahmayadi Pastikan Pecat Aparatur Sipil Negara Berstatus Narapidana Korupsi
Tribun Medan/HO
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi tampak mengendari sepeda bersama dengan jajaran TNI/Polri serta SKPD, Selasa (18/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Satia

TRIBUN MEDAN.com, MEDAN-Sumatera Utara kini mendapatkan peringkat pertama di antara provinsi lain yang ada di Indonesia. Penghargaan ini bukan karena prestasi melainkan karena kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) yang buruk  kinerjanya.

Prihal tersebut dikemukakan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) lalu Menteri Badan Kepegawaian Negara (BKN). Dalam keterangan mereka menyebutkan Sumatera Utara memiliki 298 ASN terlibat dalam kasus korupsi.

Di antara 298 ASN tersebut 33 orang bekerja di lingkungan pemerintah Sumut. Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengatakan, belum mengetahui keterlibatan para ASN tersebut terhadap kasus korupsi.

"Saya belum bisa simpulkan, apakah mereka terlibat korupsi atau tidak, dari mana kalian tau bahwa mereka ini terlibat korupsi," ujarnya.

Dirinya mempertanyakan kepada para awak media prihal keterlibatan pegawainya dalam kasus korupsi. Dirinya belum bisa melakukan pemecatan terhadap mereka yang terlibat dalam kasus korupsi.

 Suryo Prabowo Sebut SBY selama 10 Tahun Jadi Presiden Tidak Plonga Plongo

Beredar Foto Presiden Jokowi Bareng Co-Founder Asia Sentinel

Viral Aksi Kakek 84 Tahun Lumpuhkan Kawanan Rampok Bersenjata Api, Tonton Videonya

"Dari mana kalian tau, yang penting Gubernur Sumatera Utara belum bisa melakukan pemecatan karena belum mengetahui secara pasti mereka ini terlibat korupsi atau tidak," ujar Edy Rahmayadi saat menyambangi korban bencana banjir, di Jalan Sari Rejo, Kelurahan Beringin, Kota Medan, Selasa (18/9/2018).

Pernikahan Kakek 72 Tahun-Mahasiswa Bermahar Rp1,4 Miliar Kandas, Resmi Cerai Setelah Sidang 8 Bulan

Kedatangan Edy Rahmayadi didampingi oleh Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dan Bupati Deli Serdang Ashari Tambunan, meninjau langsung pascabanjir terjadi pada Sabtu 15 September lalu.

Yang mengakibatkan ratusan rumah di Kota Medan terendam banjir, karena meluapnya air dari sungai yang tidak teraliri dengan baik. Sementara itu Edy Rahmayadi mengatakan, belum melakukan pemecatan, dan sudah Mahkamah Agung sudah melakukan vonis terhadap.

Sekda Pemko Binjai Minta Camat dan Lurah Harus Tahu Letak Setiap APK Pemilu 2019

Mahasiswa Sibolga-Tapteng Serahkan Bantuan dan Doakan Kesembuhan Bayi Wahyuni

"Ya kalau memang sudah divonis, kita akan pecat semua yang terlibat tersebut, dan tidak ada lagi yang melakukan korupsi di bawah pimpinan saya," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Satia
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved