Siswi SMA Santo Thomas 1 Medan Ini Puas Raih Medali Hasil Kerja Keras

Prestasi yang diraih siswi yang kini duduk di kelas XII IPA-4 ini antara lain berhasil mendapatkan medali emas pada ajang OSK 2018.

Penulis: Dedy Kurniawan |
TRIBUN MEDAN/HO
Vania Ibrena Agitah Pelawi siswa berprestasi SMA Santo Thomas 1 Medan saat menerima penghargaan medali OSK 2018 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Chandra Simarmata

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Vania Ibrena Agitah Pelawi, salah satu siswi SMA Santo Thomas 1 Medan ini berhasil menorehkan sejumlah prestasi yang mengharumkan nama sekolahnya.

Prestasi yang diraih siswi yang kini duduk di kelas XII IPA-4 ini antara lain berhasil mendapatkan medali emas pada ajang Olimpiade Sains Nasional bidang kebumian Tingkat Kota/Kabupaten (OSK) tahun 2018 dan Medali perunggu pada Olimpiade Sains dalam rangka Hardiknas (OSH) yang digelar oleh pelatihan olimpiade sains Indonesia (POSI).

"Tahun ini ada dua medali yang saya raih, ada medali emas untuk OSK tingkat kota Medan dan medali perunggu Olimpiade Sains dalam rangka Hardiknas (OSH)," ujarnya, Selasa (18/9/2018).

Gadis yang akrab disapa Vania ini menuturkan bahwa selama proses persiapan menuju olimpiade tersebut, dirinya berlatih dengan keras.

Bahkan demi mempersiapkan diri mengikuti Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kota/Kabupaten (OSK) tahun 2018 membuat Vania Ibrena Agitah Pelawi Harus siap mengikuti pelatihan intensif hingga dikarantina selama satu minggu di LPMP Sumut.

"Saya mengikuti pelatihan intensif seminggu di sekolah pada saat proses mengikuti OSK dengan dibimbing pelatih yang pernah meraih emas di ajang olimpiade internasional. Pelatihan intensif kemudian dilanjutkan dengan mengikuti karantina di LPMP Sumut selama seminggu hingga menjelang olimpiade," terangnya.

Namun setelah akhirnya dirinya berhasil meraih medali emas pada ajang OSK kota Medan, Vania pun mengaku puas.

Apalagi setelah berhasil meraih medali emas pada ajang Olimpiade Sains di tingkat kota, Vania lantas turut mewakili SMA Santo Thomas 1 Medan pada ajang olimpiade sains tingkat provinsi Sumut (OSP) meski akhirnya belum bisa melaju ke tingkat nasional. Tapi, kata Vania, Dengan hasil yang diraihnya itu, dia tetap bangga.

"Saya tetap merasa bangga dan puas dengan kerja keras saya untuk belajar tentang bidang kebumian," ungkapnya.

Ke depan, dikarenakan sudah duduk di kelas XII maka Vania pun tidak berencana untuk mengikuti olimpiade yang lain. Sebaliknya, Dirinya akan lebih memfokuskan diri untuk bisa menembus perguruan tinggi negeri lewat jalur undangan.

"Rencananya Sertifikat olimpiade yang saya dapatkan akan digunakan untuk jadi prestasi jalur undangan SNMPTN. Karena setifikat saya berkaitan dengan jurusan IPS maka saya sudah memilih jurusan bisnis dan manajemen di ITB," terangnya.

Dikatakannya, alasan memilih Jurusan bisnis adalah karena dirinya memang meminat bidang bisnis dan menyukai lebih menyukai berwirausaha daripada belajar teknik yang ada di jurusan IPA.

"Apalagi kalau kuliah Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB itu kuliahnya hanya tiga tahun sudah mendapatkan gelar S1. Tidak seperti sekolah teknik yang harus menghabiskan 4-5 tahun untuk mendapatkan Gelar sarjana," tutupnya.

(cr11/Tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved