Marlon Purba DPO Kasus Persekusi, Kasatreskrim: Kami Tindak Tegas yang Melindungi

viral kasus penganiyaan yang diduga dilakukan oleh salah seorang laki-laki yang merupakan oknum ketua salah satu organisasi.

Tribun Medan / Feri
Marlon Purba 

Laporan wartawan Tribun Medan / M Fadli

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Sebelumnya sempat viral kasus penganiyaan yang diduga dilakukan oleh salah seorang laki-laki yang merupakan oknum ketua salah satu organisasi.

Video yang diduga penganiayaan tersebut viral di media sosial yang dialami Siliana dan ibunya di tempat tinggalnya Jalan Jermal 15 Ujung Keramat Indah, Kecamatan Medan Area.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kasat Reskrim Polrestabes Medan menetapkan oknum tersebut dalam daftar pencarian orang (DPO).

Bagi siapa saja yang dengan sengaja melindungi dan membantu orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) melarikan diri akan ditindak tegas dan dijerat pidana.

Hal tersebut ditegaskan Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira, mengatakan, kasus dugaan persekusi dan penganiayaan yang dilakukan oknum ketua Ormas, MP terhadap Siliana Angelita br Manurung dan ibunya, Maya warga Jalan Jermal 15 Ujung Keramat Indah, Kecamatan Medan Denai.

"Kami akan tindak tegas bagi siapa saja yang sengaja melindungi atau membantu orang yang masuk dalam DPO untuk melarikan diri," tegas Kasat Reskrim, Rabu (19/9/2018).

Lebih jauh diungkapkan Kasat, pihaknya saat ini juga tengah membentuk tim khusus yang tergabung dalam Tim Pegasus Plus untuk memburu keberadaan, MP yang tercatat dalam daftar pencarian orang nomor: DPO/608/IX/RES 1.6./2018/Reskrim.

"Sekali lagi kami imbau pada pelaku agar segera menyerahkan diri ke Polrestabes Medan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,"sebutnya.

Sebelumnya diberitakan, curhatan Siliana Angelita br Manurung di media sosial beredar luas dan sempat menjadi viral.

Dalam video itu juga terlihat jelas, wajah Siliana lebam-lebam karena diduga dianiaya oleh oknum ketua ormas tersebut.

Sambil menitiskan air mata, korban meminta pertolongan kepada warga, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan jurnalis agar menolongnya beserta ibunya karena menjadi korban penganiayaan.

Di rekaman vidio yang diunggah Siliyana di akun Facebooknya pada, Rabu (12/9/2018) lalu, masih terlihat luka lebam di wajahnya.

Sembari menangis, wanita muda meminta pertolongan kepada warganya, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan jurnalis menolongnya beserta ibunya karena menjadi korban persekusi.

(cr3/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved