Mengenal Pelleng Sicina Mbara Racikan Kuliner Khas Pakpak
Indonesia memiliki beragam suku dan budaya dan tentunya makanan khas yang sangat beragam
Laporan Wartawan Tribun Medan / Nanda Rizka S Nasution
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Indonesia memiliki beragam suku dan budaya dan tentunya makanan khas yang sangat beragam. Setiap daerah punya andalan kuliner yang selalu ingin dicoba.
Satu diantaranya adalah Pelleng Sicina Mbara makanan khas Pakpak. Penasaran seperti apa?
Dengan semangat, seorang alumni IKAMPUS (Ikatan Mahasiswa Pakpak Univeristas Sumatera Utara) yang dahulu menjabat sebagai Ketua Divisi Minat dan Bakat pada tahun 2014 bernama Olihi Ris Apo Solin menceritakan satu makanan khas Pakpak yang selalu ada disetiap pegelaran dan tentunya selalu dimasak oleh IKAMPUS (Ikatan Mahasiswa Pakpak Universitas Sumatera Utara)
"Namanya Pelleng Sicina Mbara. Makanan khas Pakpak. Semacam bubur, kuning, seperti tumpeng, tapi bukan tumpeng," cerita Olihi saat ditemui di Fakultas Ilmu Budaya USU, Selasa (18/9) sore
Ia kemudian menjelaskan, jika nasi tumpeng berbentuk kerucut, maka Pelleng berbentuk bulat.
Nasi Pelleng yang sudah diberi bumbu dan kunyit agar bewarna kuning, selanjutnya dimasak seperti bubur. Adonan nasi yang lembek kemudian dibentuk bulat dan ditambah dengan cina rawit (cabai rawit). Biasanya dilengkap dengan lauk ayam gulai.
"Umumnya sih cabai merah. Karena mengacu pada konteks yang dinamakan Pelleng Sicina Mbara tadi," ungkap laki-laki yang biasa dipanggil Olih ini
Ia lalu melanjutkan, semakin ke sini, karena masyarakat inginnya yang rasa pedas jadi diganti ke rawit, tapi tidak mengubah makna karena cabai rawit juga ada yang merah
"Rawitnya langsung bulat-bulat ditancapkan ke nasinya. Banyaknya sesuai selera," ungkap Alumni Sastra Batak USU stambuk 2012 ini
Pelleng ini terbilang akrab di setiap masyarakat Pakpak. Karena ada di setiap acara acara khusus, acara keluarga, pemberkatan, festival budaya. Penyambutan tamu atau ada seorang anak yang akan mengikuti ujian, biasanya orangtua memasakkan Pelleng untuknya.
Pelleng Sicina Mbara, dari cerita Olih adalah itu makanan yang menggambarkan orang Pakpak, "Semua yang ada di Pelleng mencirikan seorang Pakpak. Pedas, lembek. Tapi karena lembek itu enaknya."
Cara makan Pelleng paling nikmat kata Olih adalah memakai tangan. Selain pedas dan lembek, Pelleng juga manis yang juga menggambarkan orang Pakpak manis-manis.
Namun, saat ditanya soal pedas yang berarti orang Pakpak pedas, Olihin menjawab, "Ya, pedas-pedas nyucuk lah." tawanya
Sebagai wujud pelestarian kebudayaan Pakpak, Pelleng selalu dibuat di IKAMPUS.
"Setiap ada kegiatan, kami usahakan harus ada.Walaupun gak seenak masakan mamak di rumah ya kan," ujarnya
Karena menurutnya jika bukan mereka yang melestarikan budaya Pakpak siapa lagi.
"Soalnya sudah ada dari zaman kakek moyang kita. Diajarkan juga oleh orang tua. Kumpul-kumpul keluarga pun ada. Pelleng adalah identifikasi kalau kita suku Pakpak," pungkas Olih
Wah, sudah pernah coba panganan khas ini?
(cr17/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bentuk-dari-pelleng-sicina-mbara-panganan-tradisional-khas-suku-pakpak_20180919_171406.jpg)