Breaking News:

Tiket Pesawat - Alasan Kenaikan Tarif Batas Bawah, Pemerintah Ungkap agar Maskapai tak Kolaps

Kementerian Perhubungan membahas rencana kenaikan tarif bawah pesawat akibat pelemahan nilai tukar rupiah

Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN
Pesawat berada di areal parkir di hari perdana pengoperasian Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumut 

TRIBUN-MEDAN.COM - Tiket Pesawat - Alasan Kenaikan Tarif Batas Bawah, Pemerintah Ungkap agar Maskapai tak Kolaps.

//  

Pemerintah masih membahas mengenai rencana kenaikan tarif batas bawah untuk pesawat terkait adanya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Pembahasan rencana kebijakan tersebut dilakukan oleh Kementerian Perhubungan dibawah pimpinan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.  

Menko Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan kenaikan tersebut memang diperlukan agar para maskapai penerbangan tidak jatuh merugi atau kolaps.

"Supaya jangan kolaps. Saya masih belum tahu,  Pak Menteri Perhubungan Budi Karya yang masih tentukan (besaran kenaikan)," kata Luhut Binsar saat ditemui di kantornya, Selasa (18/9/2018).

Luhut pun berharap kebijakan menaikkan tarif bawah bisa dilakukan dalam waktu dekat untuk membantu para maskapai.

"Lebih cepat lebih baik," kata Luhut.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan akan mengusulkan kenaikan  tarif sebesar 35 persen dari tarif batas atas.  

Besaran tersebut naik 5 persen dari batas tarif yang berlaku saat ini sebesar 30 persen.

"Naikin bawahnya saja, jadi 35 persen, tambah 5 persen," ungkap Budi Karya saat ditemui usai acara Kebangkitan BUMN Sektor Perhubungan,  di Graha CIMB, Jakarta Selatan, Selasa (28/8/2018).

Besaran tarif yang dinaikkan ini memang dibawah yang diusulkan oleh Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia atau National Carries Association (INACA) yang inginnya naik menjadi 40 persen.

Namun Budi Karya beralasan kenaikan 35 persen disesuaikan dengan perhitungan khusus yang dilakukan pemerintah.

"Ya kan kita pakai hitungan," pungkas Budi Karya.

Baca: Babak Baru Kasus e-KTP, Setnov Beber 9 Nama Mantan dan Anggota DPR Terima Duit

Baca: CPNS 2018 Terbaru - Info Pendaftaran Kementerian BUMN, Siapkan 6 Berkas dari KK, KTP dan Ijazah

 TAUTAN: Rencana Kenaikan Tarif Batas Bawah Pesawat, Menko Luhut : Agar Maskapai Tidak Kolaps 

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved