Menkeu Sri Mulyani Sebut Banyak Laporan Keuangan Daerah WTP, tapi Kepala Daerahnya Korupsi

Banyak di daerah yang dapat WTP, tapi korupsinya tetap jalan,kata Sri Mulyani dalam Rakernas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan

Menkeu Sri Mulyani Sebut Banyak Laporan Keuangan Daerah WTP, tapi Kepala Daerahnya Korupsi
KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN
Ketua KPK Agus Rahardjo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani di Gedung KPK Jakarta, Kamis (22/9/2016) lalu. 

"Banyak pemerintah daerah yang memperoleh WTP selama lebih dari 5 tahun, merupakan hal yang luar biasa. Namun demikian, perolehan WTP bukan sebuah akhir. Apabila kementerian atau lembaga maupun pemerintah daerah telah memperoleh WTP, maka harus dijelaskan manfaatnya kepada masyarakat."

-------------Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati -------------

Menteri Keuangan Sri Mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani (KOMPAS.com / DANI PRABOWO)

TRIBUN-MEDAN.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mendorong seluruh kementerian/lembaga serta pemerintah daerah untuk tidak cepat puas dengan raihan predikat Wajar Tanpa Pengecualian ( WTP) dari hasil audit laporan keuangan mereka oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Kenyataannya, meski mendapat status WTP, masih banyak kepala daerah yang tersangkut kasus korupsi.

"Banyak di daerah yang dapat WTP, tapi korupsinya tetap jalan," kata Sri Mulyani dalam Rakernas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah 2018 di Kementerian Keuangan, Kamis (20/9/2018).

Sri Mulyani menjelaskan, masih banyak kementerian/lembaga serta pemda yang setelah dapat WTP merasa itu sudah cukup. Padahal, predikat WTP bukanlah tujuan akhir.

Jika laporan keuangan kementerian/lembaga atau pemda meraih predikat WTP, mereka harus mengevaluasi kembali apa-apa saja yang bisa dimaksimalkan lagi untuk efisiensi anggaran.

Evaluasi bisa menyasar pada aspek perencanaan kegiatan hingga pengambilan keputusan-keputusan strategis.

"Laporan keuangan itu harusnya dipakai sebagai alat untuk feed backmembuat perencanaan yang lebih baik. Perbaikan pengelolaan negara bertujuan meningkatkan kualitas penggunaan keuangan negara yang lebih baik," tutur Sri Mulyani.

MenuruT Sri Mulyani, jika setiap kementerian/lembaga dapat menggunakan anggaran secara efektif, pelaksanaan APBN pun akan jadi jauh lebih baik yang pada akhirnya menguatkan pertumbuhan ekonomi.

Masih banyak pekerjaan rumah yang perlu dilakukan, khususnya dari temuan-temuan BPK terhadap laporan keuangan yang telah diaudit.

"Temuannya itu misalnya pencatatan aset yang tidak tertib. Lalu saat membuat proposal, seakan dunia mau runtuh kalau tidak diberi anggaran, setelah dikasih uang asetnya ditelantarkan. Bayangkan kalau ini diperbaiki, berapa besar efisiensi yang bisa kita capai," ujar Sri Mulyani.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sri Mulyani: Banyak Laporan Keuangan Daerah WTP, tapi Kepala Daerahnya Korupsi", https://ekonomi.kompas.com/read/2018/09/20/123447426/sri-mulyani-banyak-laporan-keuangan-daerah-wtp-tapi-kepala-daerahnya-korupsi.
Penulis : Andri Donnal Putera

Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved