Gus Irawan Minta Setop Kampanye Menyesatkan Soal Pembangunan PLTA Batangtoru

Dia mengungkapkan keheranannya dengan kampanye sebagian aktivis lingkungan dan ilmuwan asing yang menyatakan PLTA Batangtoru tidak dibutuhkan

Tribun Medan/Chandra Irvan Simarmata
MoU Percepatan Pembanguan Proyek PLTA Batangtoru. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tim ilmuwan Universitas Sumatera Utara (USU) pastikan tidak ada ancaman lingkungan atas keberadaan PLTA Batangtoru di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Proyek ini dipastikan berada di areal penggunaan lain (APL) dan jauh dari permukiman penduduk.

Hal ini disampaikan Rektor Universitas Sumatera Utara Prof Runtung Sitepu saat dihubungi melalui telepon, Sabtu (22/9/2018), usai memimpin tim ilmuwan USU ke lokasi proyek PLTA Batangtoru.

Senada dengan USU, Sebelumnya Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu menyatakan, pembangunan pembangkit PLTA Batangtoru ini penting untuk memenuhi kebutuhan listrik di Sumut.

Aspek energi baru dan terbarukan yang diusung pembangkit ini justru membuatnya semakin bagus karena ramah lingkungan.

Dia mengungkapkan keheranannya dengan kampanye sebagian aktivis lingkungan dan ilmuwan asing yang menyatakan PLTA Batangtoru tidak dibutuhkan karena pasokan listrik Sumut dalam kondisi surplus.

Pernyataan ini disebut menyesatkan, sehingga harus diluruskan agar masyarakat tidak mendapat informasi yang salah.

Jokowi-Maruf atau Prabowo-Sandiaga, Tentukan Pilihanmu Dalam Polling Tribun Medan

Beredar Video Gubernur Edy Rahmayadi Marah dan Tampar Supporter PSMS Medan

Politisi Demokrat Ferdinand Hutahaean Posting Kodok Beri Hormat, Faizal: Anda Coreng Wajah Pak SBY

China Open 2018 - Anthony Ginting Luar Biasa, Kalahkan 3 Juara Bulu Tangkis Dunia

Surplus sebesar 160 MW yang dialami Sumut saat ini hanya bersifat sementara. Sumut akan kembali krisis listrik bila kontrak Marine Vessel Power Plant (MVPP), kapal pembangkit listrik yang disewa dari Turki, tidak diperpanjang pada tahun 2022.

Polisi Adang Reynaldo saat Berkendara, Temukan Paket Sabu di Kantong Celana 

Leigh Ford Mengaku Diculik agar Bisa Pergi ke Bar, Akhirnya Berujung di Penjara

Kelelahan Berenang karena Sampan Karam, Juang Siringoringo Tenggelam di Danau Toba

“Kapal itu kan sifatnya bukan jangka panjang, kita cuma mengontrak lima tahun. Dan biayanya mahal,” kata Gus Irawan.

Gus cukup memahami latar belakang keberadaan kapal yang menyalurkan listrik 240 MW itu karena dia orang terdepan yang mendorong pemerintah mendatangkan kapal itu ke Belawan.

Santuni Anak Yatim, Musa Rajekshah Minta Didoakan agar Bisa Amanah Memimpin Sumut

Prof Syawal Gultom Minta Lulusan Terbaik Gabung di Penerimaan CPNS 2018 Unimed

Berlagak Anggota Polisi dan Bisa Selesaikan Kasus, Hariyono Diciduk Tim Pegasus

Gus Irawan menuturkan, Dirut PLN sempat menentang usulannya ketika itu dengan alasan biaya yang terlalu mahal. Selain itu, kapal tersebut juga masih menggunakan bahan bakar batubara yang tidak ramah lingkungan.

Menangis Karena Diputuskan Pacar, Gadis Ini Jual Air Matanya Senilai Rp 178 juta

Warga Binaan yang Mengendalikan Peredaran Sabu di Lapas Lubukpakam Titipan Polres

“Jadi PLTA Batangtoru ini memang proyek paling strategis karena menggunakan tenaga air, paling ramah lingkungan,” jelasnya.

Taurus Habiskan Waktu Bersama Kekasih, Sedang Gemini Melakukan Doa Satu Malam

(cr9/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved