Komunitas Ini Perkenalkan Sejarah Kota Cina kepada Warga Medan

Mereka mengkombinasikan teater gerak dan multimedia yang menambah decak kagum seisi gedung itu.

Komunitas Ini Perkenalkan Sejarah Kota Cina kepada Warga Medan
TRIBUN MEDAN/Liska Rahayu
Anak-anak masyarakat di Museum Situs Kota Cina memainkan permainan rakyat, Minggu (4/2/2018). Ini merupakan rangkaian acara dari milad sekaligus syukuran sekretariat Teater Rumah Mata ke 13. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Septrina Ayu Simanjorang

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Puluhan gadis cantik memakai pakaian khas India, yakni Sari.

Mereka menyalakan pelita, sebagai tanda akan dimulainya pertunjukan budaya India pada malam itu di panggung terbuka, dalam acara Pekan Peradaban Sumatera Utara, Jumat (21/9/2018).

Seluruh pengunjung pun larut dalam kebagian bersama-sama menari diiringi oleh musik india yang khas. Sebelum pertunjukan ini, sudah ada etnis lain yang menampilkan kebudayaannya pada malam-malam sebelumnya, seperti Karo dan Tionghoa.

Sedangkan di Gedung Utama, digelar pertunjukan oleh Teater Rumah Mata. Mereka mengkombinasikan teater gerak dan multimedia yang menambah decak kagum seisi gedung itu.

Pekan peradaban Sumatera Utara merupakan acara yang digelar oleh Museum Situs Kota Cina, Teater Rumah Mata, dan Deli Geist Production. Acara ini berlangsung sejak 18 September 2018 di Taman Budaya Sumatera Utara Perintis Kemerdekaan No.33, Gaharu, Medan Timur, Kota Medan.

"Awalnya kegiatan ini merupakan usulan dari Teater Rumah Mata yang ingin membungkus sejarah Kota Cina dalam sebuah pertunjukan yang akan dilaksanakan di Taman Ismail Marzuki," tutur Direktur Deli Geist Production, Yose Piliang.

Pertunjukan teater tersebut dinamakan Repro-diksi Tanda. Artinya adalah mengulang kembali belajar berbagai macam tanda-tanda yang ada di masa lampau atau sejarah. Tanda tersebut dapat berupa artefak, situs, barang-barang peninggalan zaman dahulu, dan sebagainya.

Lanjut Yose, untuk pembekalan ke Jakarta dibutuhkan biaya-biaya. Maka digelarlah sebuah pertunjukan di Taman Budaya Sumatera Utara (TBSU). Namun mengingat TBSU adalah tempat yang strategis dan banyak seniman, dibuatlah pertunjukan selama seminggu dengan melibatkan para seniman di tempat itu.

"Pertunjukan yang di tampilkan pun adalah budaya-budaya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat Kotta Cinna, yakni India, Karo, Batak, Melayu, dan Tionghoa," katanya.

Selain pertunjukan teater, ada pula berbagai perlombaan. Seluruh kegiatan yang digelar berkaitan dengan masa lalu. Seperti lomba membuat dan mewarnai gerabah serta workshop membatik.

Berbagai artifak di Museum situs Kota Cina juga dipamerkan pada acara ini. Mulai hasil kerajinan tangan pada masa lalu, logam sebagai alat jual beli pada masa itu, pecahan tembikar, replika candi, dan bagian tiang rumah masa lampau.

Acara ini digelar hingga Minggu (23/9/2018). Pada acara penutupan nanti akan ada pengumuman para pemenang dari berbagai lomba yang di gelar sejak hari pertama pekan peradaban ini.

(cr18/tribun-medan.com)

Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved