Ciptakan Lukisan La Comtesse de Belamy Menggunakan  Algoritma, Pengusaha Prancis disebut Gila

Mereka menciptakan sebuah rumusan algoritme komputer hingga akhirnya bisa menghasilkan sebuah lukisan La Comtesse de Belamy

Ciptakan Lukisan La Comtesse de Belamy Menggunakan  Algoritma, Pengusaha Prancis disebut Gila
Reuters/Christian Hartmann
Pengusaha Prancis, Pierre Fautrel berpose di depan sebuah karya seni "La Comtesse de Belamy" (2018)yang diciptakan oleh teknologi algoritma. 

TRIBUN-MEDAN.com - Teknologi berkembang pesat. Ada banyak pekerjaan yang tadinya dilakukan manusia, kini dapat dikerjakan oleh robot. Tetapi, apa mungkin mereka bisa menggantikan profesi seniman?

Dan pertanyaan itu kini terjawabkan. Oleh sebuah sebuah tim pengusaha asal Prancis diciptakan sebuah lukisan hasil teknologi yang menyerupai karya aslinya.

Ya, tim yang terdiri dari tiga orang itu percaya akan kemampuan dari sebuah teknologi. Mereka menciptakan sebuah rumusan algoritme komputer hingga akhirnya bisa menghasilkan sebuah lukisan La Comtesse de Belamy, seperti yang dibuat oleh seniman terkenal, Rembrandt.

Lukisan Baron dari Bellamy dan hubungan aristokratnya digambarkan dengan sentuhan akhir yang sedikit kabur. Mungkin tidak akan menarik perhatian penggemar Rembrand.

Tetapi karya ini cukup pantas untuk dijual di rumah lelang Christie's di New York pada bulan Oktober mendatang, dengan perkiraan harga 7 ribu – 10 ribu dollar.

“Kami adalah seniman dengan jenis kuas yang berbeda. Kuas kami adalah algoritme yang dikembangkan di komputer, ” kata Hugo Caselles-Dupre, seorang insinyur di bidang komputer.

Ia mendirikan grup ini bersama dua orang teman kecilnya, Gauthier Vernier dan Pierre Fautrel. Kedua temannya itu memiliki latar belakang profesi yang sama, yakni bisnis.

Karya seni ini sendiri dibuat oleh teknologi Generative Adversarial Network (GAN). Sebuah algoritma yang belajar untuk menghasilkan gambar baru, dengan diberi database dari lukisan yang ada. Sekitar 15.000 potret untuk gambar "Belamy".

"Tampilan bukan satu-satunya hal yang diperhitungkan dari sebuah lukisan,”kata Fautrel.

"Semua pesan, dan proses artistik untuk mencapai tampilan itu, juga penting. Bahkan lebih hasil akhir.”

Halaman
12
Penulis: Sally Siahaan
Editor: Joseph W Ginting
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved