Salsabila Tewas Dihabisi Kekasih, Kronologi Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan
Polres Deliserdang sudah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap Salsabila Aidil Adha
Penulis: Indra Gunawan |
Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar
TRIBUN-MEDAN.com,LUBUKPAKAM - Polres Deliserdang sudah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap Salsabila Aidil Adha (15), siswi SMK Tunas Karya Batang Kuis yang merupakan warga Desa Bangun Sari Baru Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang.
Saat ini sudah ada tiga orang tersangka yang diamankan dan ditahan yakni D (14) dan B (Beni) (17) pacar korban serta M (50).
Kapolres Deliserdang, AKBP Eddy Suryantha Tarigan mengatakan setelah mendapat informasi atas temuan mayat korban di sekitar areal perkebunan kelapa sawit PT Lonsum Desa Sei Merah Kecamatan Tanjung Morawa pihaknya pun langsung melakukan penyelidikan.
Saat itu ditemukan sekitar 60 meter dari lokasi temuan mayat pakaian-pakaian korban.
Setelah diamankan baru kemudian disesuaikan dengan keterangan laporan orang tua korban yang sempat melaporkan anaknya yang hilang di Polsek Tanjung Morawa.
Karena diakui barang-barang yang ditemuka disekitar lokasi adalah milik Salsabila barulah kemudian dilakukan pengembangan.
Setelah mensesuaikan dengan keterangan pihak kekuarga korban selanjutnya dari situ mereka mencari tahu siapa orang yang terakhir kali menghubungi korban.
" Setelah kita ketahui barulah kemudian si B ini kita cari. Karena pengakuannya ada temannya juga yang ikut melakukan barulah kita tangkap si D. Ada satu lagi temannya si A yang saat ini sedang kita kejar. Motifnya itu ingin menguasai barang-barang korban seperti kalung, hanpone dan sepeda motornya. Untuk lebih jelasnya nanti setelah dilakukan rekonstruksi lah,"kata Eddy.
Sementara itu Kasat Reskrim Polres Deliserdang, AKP Ruzi Gusman menambahkan saat Beni mereka tangkap langsung diketahui siapa saja orang-orang yang terlibat.
Disebut banyak petunjuk yang diketahui setelah membuka handpone yang ia punya.
" Jadi waktu mayat korban ditemukan warga si B ini berkomunikasi sama temannya. Dibilang enggak usah panik diam saja jangan ada yang banyak-banyak ngomong nanti salah. Seperti itulah. Si A ini belum kita tangkap karena dia berpindah-pindah," kata Ruzi.
(dra/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/sahir-dan-syafrida_20180927_133011.jpg)