Jurnalis Ajak Mahasiswa STMIK Mikroskil Cerdas Bermedia Sosial

"Jadi Indonesia sangat aktif menggunakan internet. Menurut data survei 2017 ada sekitar 143 juta. 87% nya untuk akses media sosial," katanya

Penulis: Chandra Simarmata |
Jurnalis Harian Tribun Medan Liston Aqurat Damanik turut menjadi pemateri pada acara INTI Goes to Campus bertempat di STMIK Mikroskil jalan MH Thamrin No.112 Medan, Sabtu (29/9/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Chandra Simarmata

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Jurnalis Harian Tribun Medan Liston Aqurat Damanik turut menjadi pemateri pada acara INTI Goes to Campus bertempat di STMIK Mikroskil jalan MH Thamrin No.124 Medan, Sabtu (29/9/2018).

Dihadapan ratusan mahasiswa dan para hadirin lainnya, Liston mengingatkan tentang pentingnya menjadi pengguna media sosial yang cerdas.

Liston mencontohkan seperti kasus yang baru-baru dialami Pemilik akun Instagram @medaninfo88. Pemiliki akun tersebut sampai harus ditangkap pihak kepolisian karena tersangkut kasus dugaan penyebaran kabar hoaks.

"Sebagai orang media, saya sangat kasihan kalau melihat apa yang dialami pemilik IG @medaninfo88 ini. Karena tergelincir sekarang sudah di dalam tahanan. Teman-teman jangan sampai seperti itu," ujarnya Sabtu petang (29/9/2018).

Liston juga menjelaskan, saat ini media sosial (Medsos) bisa menjadi kawan sekaligus lawan. Apalagi menurutnya di era sekarang ini, kita tidak bisa lepas dari Gadget.

Hal ini ditambah lagi dengan penetrasi pengguna internet di Indonesia juga sudah mencapai angka Ratusan juta. Jadi butuh kecerdasan dalam menggunakan media sosial itu.

"Jadi Indonesia sangat aktif menggunakan internet. Menurut data survei 2017 ada sekitar 143 juta. 87% nya untuk akses media sosial," terangnya.

Lebih lanjut, untuk menghempang konten-konten negatif di medsos, mahasiswa dan pengguna internet lainnya menurut Liston harus bijak. Dia mengingatkan, di masa depan medsos yang kita miliki akan digunakan sebagai salah satu rujukan (referral).

"Medsos akan menjadi referral. Jadi, FB, IG, Twitter kita mungkin saja akan menjadi referral untuk pembelian rumah.

Dia pun menyarankan apabila menemukan konten di media sosial dan konten tersebut dirasa memberi pengaruh negatif, maka sebagai pengguna yang cerdas bisa segera menandai konten tersebut sebagai spam.

"Untuk setiap konten yang dirasa akan memberi pengaruh negatif di media sosial maka kita harus bijak, segera tandai dengan spam," ungkapnya.

(Cr11/Tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved