Santika Gelar Medan Fusion Culinary (MFC) ke-2, Dukung Masakan Nusantara

Hari Terakhir, Medan Fusion Culinary (MFC) ke-2 menggelar kompetisi makanan tradisional

Kompetisi makanan tradisional dalam MFC 2 di Santika Premiere Dyandra Medan. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Natalin

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Hari Terakhir, Medan Fusion Culinary (MFC) ke-2 menggelar kompetisi makanan tradisional, sebagai ajang unjuk kemampuan para chef muda berbakat, chef professional dan pelaku kuliner di Santika Premiere Dyandra Medan.

"Peserta lomba dan para pengunjung MFC 2 sangat antusias menghadiri acara ini, kita berharap dapat menemukan bakat chef untuk masa depan dan mau menampilkan masakan terkhusus makanan tradisional. Semoga makanan kuliner Sumut semakin dikenal oleh masyarakat," ujar Executive Chef Santika Premiere Dyandra Medan, Khairul Adnan, Sabtu (29/9/2018).

Ia mengatakan Medan adalah salah satu kota besar yang menjadi tujuan kuliner dan kebanyakan kulinernya bercampur etnis. 

"Chef Axhiang, juri kompetisi sekaligus Finalis Masterchef Indonesia sangat terkesan dengan kreasi para peserta, sebagian chef/peserta menampilkan bahan bumbu andaliman. Bahan dasar andaliman sudah go nasional, andaliman dipergunakan para chef untuk bahan baku utama dan bahkan makanan ringan atau snack sudah ada andaliman," jelas Khairul.

Tiga juri yang menilai kompetisi makanan tradisional dalam MFC 2 yaitu Chef Axhiang, Chef Irhsan, dan Chef Hasan Basri.

Chef Hasan mengatakan peserta kompetisi MFC 2 berasal dari sekolah, hotel, restauran dan pelaku kuliner.

"Peserta menampilkan makanan tradisional ada nanitombur, gulai pakis, asam pade dan pemenang juara I ada Chef Andre dari Prime Hotel Kualanamu, dengan masakan ikan gulai asam," ujar Juri Kompetisi Makanan Tradisional MFC 2, Chef Hasan.

Ia mengatakan ICA (Indonesia Chef Association) tetap berkomitmen mengangkat makanan nusantara. "Kita dari ICA bekerja keras untuk mengangkat makanan nusantara ini, niat kita untuk memajukan kuliner Sumut," ucap Chef Hasan.

Ia mengtakan agar masakan makanan menjadi enak, tidak harus bumbu yang banyak, tapi kuncinya memasak dengan hati dan konsentrasi. "Buatlah masakan itu dengan senyuman, hati, konsentrasi dan yakinlah masakan itu akan enak," tutupnya.

(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved