Gempa Donggala dan Tsunami Palu

Gereja Ini Berdiri Kokoh Meski Palu Diguncang Gempa, Hotel di Sebelahnya Rata Tanah, Koban 832 Jiwa

Di tengah banyaknya gedung-gedung yang ambruk karena goncangan gempa, ada beberapa gedung yang tetap berdiri kokoh.

Kompas.com
Hotel Roa Roa di kawasan Maesa di Kelurahan Lolu Timur, Kota Palu, luluh lantak dihantam rangkaian gempa yang melanda Sulawesi Tengah 

TRIBUN-MEDAN.com-Gempa berkekuatan magnitudo 7,4 dan tsunami terjadi di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018).

Bencana alam ini meluluhlantakkan Kota Palu dan Kabupaten Donggala.

Sejumlah rumah dan gedung-gedung ambruk dan ratusan korban tertimbun puing-puing bangunan.

Salah satunya adalah Hotel Roa Roa di Kawasan Maesa, Kelurahan Lolu Timur, Kota Palu.

Basarnas pun masih berusaha melakukan evakuasi kepada para korban yang tertimbun.

Saat terjadi gempa, banyak kamar yang terisi. Namun, belum diketahui persis jumlah orang yang masih belum ditemukan.

"Di hotel yang memiliki 80 kamar itu terdapat 76 kamar yang terisi oleh tamu hotel yang menginap," ungkap Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

Di tengah banyaknya gedung-gedung yang ambruk karena goncangan gempa, ada beberapa gedung yang tetap berdiri kokoh.

Gambar mungkin berisi: langit dan luar ruangan

Salah satunya adalah gedung Gereja IFGF (International Full Gospel Fellowship) yang berdiri kokoh di sebelah Hotel Roa Roa.

Halaman
1234
Editor: Royandi Hutasoit
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved