Rumah Pelapor Dugaan Korupsi Pada Hotman Paris Soal Dana Bansos di Sergai Didatangi Polisi

Rumah Joko Suriadi, salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Serdangbedagai tampak sepi

Rumah Pelapor Dugaan Korupsi Pada Hotman Paris Soal Dana Bansos di Sergai Didatangi Polisi
Muhammad Ilyas berdiri di depan rumah Joko Supriadi yang berada di Desa Pagar Jati Kecamatan Lubukpakam Senin, (1/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUN-MEDAN.com,LUBUKPAKAM - Rumah Joko Suriadi, salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Serdangbedagai tampak sepi Senin, (1/10/2018). Sudah hampir sebulan lamanya Joko dan keluarganya meninggalkan rumah.

Joko mendadak terkenal khususnya di Kabupaten Serdangbedagai karena berani untuk membongkar dugaan korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) yag diduga dilakukan oleh pejabat-pejabat Pemkab tersebut.

Selain itu uang pencairan dana Bansos itu juga disebut-sebut tidak tepat pencairannya karena sengaja diberikan Pemkab untuk oknum anggota DPRD ketika mengetok atau mengesahkan APBD.

Pengaduannya itu disampaikan ke pengacara kondang Hotman Paris Hutapea dan diunggah ke instagram pribadinya.

Rumah pribadi Joko berada di dusun VIII Desa Pagar Jati Kecamatan Lubukpakam Kabupaten Deliserdang. Karena sudah lama tidak ditempati teras rumahnya pun tampak kotor.

Rumah Joko ini tepat berada di depan rumah Kepala Dusun VIII, Muhammad Ilyas. Di depan rumah Joko terparkir becak milik Ilyas.

"Ia ini rumah Joko memang. Sudah hampir sebulan tapi si Joko bersama istri dan ketiga anaknya pergi dari rumah. Saya sih tidak tahu kemana mereka karena enggak ada mengabari saya waktu itu. Sudah dari tahun 2008 dia tinggal di sini," kata Muhammad Ilyas.

Meski sudah lama tinggal di kawasan ini, Muhammad Ilyas mengatakan Joko kurang bersosialisasi dengan masyarakat. Rumah Joko ini juga disebut sudah didatangi oleh polisi yang bertugas di Polda.

" Hari Sabtu muncul videonya (di Instagram pengacara Hotman Paris) sorenya rumahnya langsung didatangi polisi. Ada tiga orang polisinya dan saya lah yang menghadapi karena dia enggak ada di rumah. katanya polisi sengaja datang untuk memberi bantuan perlindungan diri sama dia. Saya lihat ada surat tugas polisinya dan KTA (Kartu Tanda Anggota) dari Polda,"kata Ilyas.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved